Peristiwa

Akibat Tanah Merah Berceceran dan Licin di Gabus Kopo Kabupaten Serang, Warga Minta Stop Aktivitas Proyek

1073
×

Akibat Tanah Merah Berceceran dan Licin di Gabus Kopo Kabupaten Serang, Warga Minta Stop Aktivitas Proyek

Sebarkan artikel ini
IMG 20230329 WA0034

NASIONALXPOS.CO.ID, SERANG, – Ceceran tanah dan batu krikil yang beserakan di depan pintu masuk pabrik (PT LBI) di wilayah Desa Gabus, Kecamatan Kopo, Kabupaten Serang-Banten, jalan raya yang sebagian tertutup tanah kini memakan korban, (Selasa Sore, 28/3/2023). pukul 17.00 Wib.

Seperti sebelumnya ramai di beritakan di berbagai media terkait masyarakat keluhkan banyaknya tanah berceceran dan batu krikil di depan pintu masuk pabrik PT. LBI di Desa Gabus kecamatan Kopo Kabupaten Serang, tapi tidak ada Instansi yang berani bertindak, Alhasil sejumlah pengendara motor berjatuhan menjadi korban akibat jalan licin.

Advertisement
file 00000000f95871fa8381970073c004f3
Scroll kebawah untuk lihat berita lainnya.

IMG 20230329 WA0038

Adalah Rohim (30) pengendara motor saat melintas di depan proyek urugan PT. LBI jatuh Akibat dampak jalan yang licin, hingga lumpur tanah mengotori kendaraan dan pakaian.

” Iya pak jalan licin motor tidak seimbang,, cuma luka kecil ” Ucap Rohim.

Rohim juga menambahkan ” untuk pengendara yang melintas di jalan ini (depan proyek PT LBI) harap berhati-hati, dan buat yang punya proyek stop dulu aktivitasnya ini tanah Bececeran masih banyak jangan nambah korban lagi,”harap Rohim.

IMG 20230329 WA0035

Hal senada diucapkan warga setempat Mini (35)  yang juga tinggal di sekitar proyek tersebut meminta di stop aktivitas proyek dampak ceceran tanah di jalan.

“Ya pak, stop dulu aktivitas proyek, ini jalan berlumpur pengendara ada jatuh, saya juga tinggal disini pak, kalau cuaca panas jalan ini berdebu, apalagi ini jalan becek licin, ” ucap mini dari warung saat ditemui awak media di lokasi.

IMG 20230329 WA0037

Sementara itu Amak (45) selaku tokoh organisasi masyarakat (ormas) saat di lokasi meminta proyek dihentikan sementara harus menjalani Standar Operasional Prosedurnya (S.O.P).

“Betul banyak pengendara yang berjatuhan, menurut warga ceceran tanah ini aktivitas dari proyek yang ada di desa Majasari, kami meminta di stop dulu dan harus S.O.P, jangan seperti ini tanah dibiarkan berceceran, dan apabila tidak di stop hingga korban berjatuhan, tidak menutup kemungkinan kami bersama warga akan melakukan aksi,” Pungkasnya. (Syt)

Tinggalkan Balasan