Peristiwa

Kandang Ternak di Kecamatan Kopo Bikin Resah, Bau Busuk Menyengat dan Lalat Ganggu Kehidupan Warga

646
×

Kandang Ternak di Kecamatan Kopo Bikin Resah, Bau Busuk Menyengat dan Lalat Ganggu Kehidupan Warga

Sebarkan artikel ini

SERANG – Keberadaan kandang ternak bebek di pemukiman warga Kampung Pabuaran Lebak Rt 023 Rw 004, Desa Nanggung, Kecamatan Kopo, Kabupaten Serang, sangat meresahkan warga sekitar kampung Pabuaran Lebak. Mereka mengeluhkan bau busuk yang sangat menyengat dari peternakan tersebut akibatnya lalat berserak gentayangan di rumah penduduk setempat dan juga pondok pesantren.

 

Advertisement
Scroll Kebawah Untuk Lihat Berita

Menurut warga, diketahui peternakan ternak bebek tersebut merupakan milik kepala desa Nanggung dan juga ketua Rt setempat di kampung pabuaran Lebak Rt 023/004, Desa Nanggung, Kecamatan sudah mempunyai usaha ternak sejak 2022.

 

Menurut Dawil (55), Warga Kampung Pabuaran lebak Rt 023/04, Desa Nanggung, Kecamatan Kopo menjelaskan bahwa dirinya dan keluarga juga tetangga sekitar kandang ternak bebek sangat mengganggu pernafasan saat bau datang menyengat ditambah lalat berserak gentayangan di rumah penduduk.

 

“Ya pak, sangat bau, apalagi saat angin ke rumah warga bau sangat menyenangat dari kandang ternak bebek dan ditambah jutaan lalat di sini pada kumpul berserakan, apalagi kalau lagi ada tamu di rumah, sangat mengganggu pak,” Ucap Dawil Jumat (17/11/2023).

 

“Kandang nya sangat dekat ke rumah warga, hanya beberapa meter saja, dulu kandang ternak tidak ada, kami hidup tenang dan nyaman pak, tidak ada bau dan lalat, tidak seperti sekarang ini, saya sering alami mual mual kalau bau tak sedap datang dari kandang ternak bebek, milik kepala desa Nanggung, milik Rt Rohman, dan milik ketua Rt Basari, semua ada 4 kandang, ” ucap Dawil kepada media.

 

Sementara itu, Ustad Juli (33), pemilik Pondok Pesantren (ponpes) Nurul Hikmah Al Islah yang hanya beberapa meter dari kandang ternak tersebut, memaparkan keberadaan ternak bebek itu sangat mengganggu menimbulkan bau tak sedap dan lalat sangat banyak disekitar ponpes dan juga pemukiman warga.

 

” Warga sangat terganggu adanya kandang ternak itu pak, apalagi ponpes dengan kandang ternak hanya berjarak 5 meter, bau nya sangat menyenangat, bahkan santri terganggu adanya bau, bahkan saat mengaji malam pun para santri tidak sanggup melanjutkan mengaji nya lantaran bau , baunya sampai menyekek leher pak,” Keluhnya.

Santri Ponpes Nurul Hikmah Al Islah Merasakan Bau menyengat

“Kami sudah sampaikan keluhan kami ke pemilik kandang, namun tidak ditanggapi hingga kini. kami beserta warga yang terdampak baumya, sangat menyayangkan ada nya kandang ternak di dekat perkampungan, terlebih di dekat pondok pesantren, sangat mengganggu aktivitas santri, ” Ucapnya.

 

“Dan kami berharap, kapada instansi terkait dapat membantu kami warga disini, dengan datang ke kampung kami, terlebih berdirinya kandang ternak lebih dulu ponpes kami, bahkan tidak ada izin maupun sowan ke kami untuk mendirikan kandang ternak dekat ponpes kami” Jelas Ustad Juli Pemilik ponpes yang berdiri sejak tahun 2019.

 

‘Dulu saat tidak ada kandang hidup kami nyaman, tidak ada bau dan lalat, kini ada kandang ternak kehidupan kami sangat terganggu, bau tak sedap hingga 24 jam, ditambah lalat berserakan gentayangan di sekitar ponpes maupun rumah rumah warga, ” pungkas Juli.

 

Menurut warga setempat, terdapat 4 kandang ternak bebek yang dapat menampung 2000 ekor bebek, pemilik kandang ternak merupakan kepala desa nangung dan ketua Rt setempat, awak media sempat berusaha menelpon Camat Kopo Dite Hendra Purnama via selular berkali-kali terkait keberadaan kandang ternak yang dikeluhkan warganya, namun tidak dapat dihubungi.

 

Kini warga berharap ada solusi yang tepat untuk mengatasi masalah yang dialami warga kampung pabuaran Lebak Rt 023/04, desa nanggung kecamatan Kopo, yang didera bau menyengat berkepanjangan dan serbuan lalat ke rumah rumah, yang diduga adanya aktivitas kandang ternak bebek di kampung tersebut. (Syt)

BACA JUGA :  Akibat Tanah Merah Berceceran dan Licin di Gabus Kopo Kabupaten Serang, Warga Minta Stop Aktivitas Proyek