Scroll Untuk Baca Berita
Peristiwa

Akibat Tanah Merah Berceceran dan Licin di Gabus Kopo Kabupaten Serang, Warga Minta Stop Aktivitas Proyek

676
×

Akibat Tanah Merah Berceceran dan Licin di Gabus Kopo Kabupaten Serang, Warga Minta Stop Aktivitas Proyek

Sebarkan artikel ini

NASIONALXPOS.CO.ID, SERANG, – Ceceran tanah dan batu krikil yang beserakan di depan pintu masuk pabrik (PT LBI) di wilayah Desa Gabus, Kecamatan Kopo, Kabupaten Serang-Banten, jalan raya yang sebagian tertutup tanah kini memakan korban, (Selasa Sore, 28/3/2023). pukul 17.00 Wib.

Seperti sebelumnya ramai di beritakan di berbagai media terkait masyarakat keluhkan banyaknya tanah berceceran dan batu krikil di depan pintu masuk pabrik PT. LBI di Desa Gabus kecamatan Kopo Kabupaten Serang, tapi tidak ada Instansi yang berani bertindak, Alhasil sejumlah pengendara motor berjatuhan menjadi korban akibat jalan licin.

Advertisement
Scroll Kebawah Untuk Lihat Berita

BACA JUGA :  Empat Orang Perangkat Desa Kuala Makmur di Duga Korupsi Dana Desa Satu di Antaranya Pemilik Toko di Simeulue

Adalah Rohim (30) pengendara motor saat melintas di depan proyek urugan PT. LBI jatuh Akibat dampak jalan yang licin, hingga lumpur tanah mengotori kendaraan dan pakaian.

” Iya pak jalan licin motor tidak seimbang,, cuma luka kecil ” Ucap Rohim.

Rohim juga menambahkan ” untuk pengendara yang melintas di jalan ini (depan proyek PT LBI) harap berhati-hati, dan buat yang punya proyek stop dulu aktivitasnya ini tanah Bececeran masih banyak jangan nambah korban lagi,”harap Rohim.

BACA JUGA :  Kapolri Menonaktifkan Sementara Irjen Ferdy Sambo Dari Jabatan Kadiv Propam Polri

Hal senada diucapkan warga setempat Mini (35)  yang juga tinggal di sekitar proyek tersebut meminta di stop aktivitas proyek dampak ceceran tanah di jalan.

“Ya pak, stop dulu aktivitas proyek, ini jalan berlumpur pengendara ada jatuh, saya juga tinggal disini pak, kalau cuaca panas jalan ini berdebu, apalagi ini jalan becek licin, ” ucap mini dari warung saat ditemui awak media di lokasi.

BACA JUGA :  Ribuan Paket Sembako dari Kapolri Disebar ke Masyarakat di Slum Area Jaksel

Sementara itu Amak (45) selaku tokoh organisasi masyarakat (ormas) saat di lokasi meminta proyek dihentikan sementara harus menjalani Standar Operasional Prosedurnya (S.O.P).

“Betul banyak pengendara yang berjatuhan, menurut warga ceceran tanah ini aktivitas dari proyek yang ada di desa Majasari, kami meminta di stop dulu dan harus S.O.P, jangan seperti ini tanah dibiarkan berceceran, dan apabila tidak di stop hingga korban berjatuhan, tidak menutup kemungkinan kami bersama warga akan melakukan aksi,” Pungkasnya. (Syt)