Daerah

Boyong 37 Kepala OPD, Gubernur NTB Jemput Aspirasi Masyarakat Pulau Sumbawa

754
×

Boyong 37 Kepala OPD, Gubernur NTB Jemput Aspirasi Masyarakat Pulau Sumbawa

Sebarkan artikel ini
IMG 20200801 WA0016

NasionalXpos.co.id,Dompu – Selama kegiatan kunjungan kerja di Pulau Sumbawa, Gubernur NTB Dr.H.Zulkieflimansyah selalu bersilaturahim dengan para kepala desa (Kades) dan masyarakat.

Setelah melakukan silaturrahim dengan Kades dan masyarakat di Kabupaten Bima, Gubernur melanjutkan kegiatan silaturahimnya ke Kabupaten Dompu. Acara pertemuan dengan masyarakat dikemas dengan santai sambil duduk lesehan. Suasana pun penuh keakraban.

Advertisement
file 00000000f95871fa8381970073c004f3
Scroll kebawah untuk lihat berita lainnya.

Untuk menjemput aspirasi masyarakat di Pulau Sumbawa, tak tanggung-tanggung, sebanyak 37 pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diboyong oleh Gubernur. Di Kabupaten Dompu, Gubernur menggelar pertemuan di Aula Pendopo Bupati Dompu pada Jum’at, 31Juli 2020.

Seperti biasa, setelah memberikan sambutan, Gubernur mempersilahkan seluruh Kades yang hadir dalam pertemuan itu untuk mencari Kadis atau kepala OPD yang sesuai dengan kebutuhan. Gubernur meminta seluruh Kades menyampaikan keluhan ataupun masalah desanya kepada Kadis terkait.

“Silahkan cari Kadis yang sesuai dengan permasalahan di desa. Jangan tegang-tegang, sodorkan saja proposal desa masing-masing, setelah itu, pijit kaki beliau,” ujar Gubernur disambut riuh tawa dari para Kades dan tamu undangan lainnya.

Tanpa menunggu lama, sejumlah Kades langsung berdiri dan mencari kepala OPD yang sesuai dengan permasalahan di desanya. Terlihat, beberapa kepala OPD yang banyak ditemui seperti Kadis PUPR dan Karo Kesra.

“Rata- rata aspirasi masyarakat masalah jalan dan pembangunan tempat ibadah,” ujar Fadly, salah seorang Kades di Dompu.

Fadly mengatakan, tradisi baru Gubernur NTB tersebut sangat mempermudah masyarakat, terutama para Kades yang berada di Pulau Sumbawa. Karena, mereka bisa langsung bertemu dengan para kepala OPD dan berdiskusi terkait dengan program pembangunan daerah.

“Kalau harus ke Mataram, kita butuh biaya, butuh waktu, butuh tenaga banyak. Alhamdulillah Pak Gubernur langsung bawakan kami para kepala OPD ke sini, jadi sangat terbantu,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan