Daerah

Bunga Bangkai Tumbuh di Taman Lockdown Bikin Gempar Warga Bekasi

1600
×

Bunga Bangkai Tumbuh di Taman Lockdown Bikin Gempar Warga Bekasi

Sebarkan artikel ini

NASIONALXPOS.CO.ID, BEKASI – Warga Perumahan Cikarang Baru, RT 09/ Rw 08, Desa Jaya Mukti , Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi digemparkan dengan tanaman langka yang tumbuh di taman perumahan. Kendati mengeluarkan aroma tak sedap warga terus berkerumun ingin melihat langsung bunga yang dikenal sebagai Bunga Bangkai itu, Selasa (3/11/2020).

‘Penasaran aja pak pengen lihat. Aneh saja, Bunga Bangkai bisa tumbuh di sini biasanya kan tumbuh di daerah pegunungan atau yang berhawa sejuk. Sementara kan di sini hawanya cukup panas,”kata Rina,

Advertisement
Scroll Kebawah Untuk Lihat Berita

warga Cikarang yang datang bersama kedua anaknya. Sambil menutup hidung, Rina mengaku takjub dengan tanaman berdiameter 55 sentimeter dan tinggi 55 sentimeter itu.

BACA JUGA :  Kembali Beroperasi, 57 Karyawan CI Todanan Dipriksa Dinkes Blora, 3 Karyawan Dalam Pengawasan

Sementara ketua RT setempat , Imam, awalnya dirinya bersama warga lain tak menduga dan mengetahui kalau tanaman itu merupakan jenis tanaman langka yang dilindungi. “Tanaman ini baru tumbuh dua hari yang lalu (Minggu , 1/11/2020). Bahkan sebelumnya ada dua yang tumbuh tapi kita karungin dan dibuang karena mengeluarkan bau busuk. Saat itu kita tidak tahu ,” tuturnya.

BACA JUGA :  Keluh Pak RT : Infrastruktur Rusak Parah Selama 15 Tahun Tanpa Tersentuh Pembangunan

Setelah itu, lanjut Imam, tumbuh satu lagi jenis tanaman serupa yang sekarang jadi perhatian warga. “Setelah kami tanya tanya ternyata ini merupakan jenis bunga langka di Indonesia dan dilindungi. Aneh memang menurut informasi jenis tanaman ini kan tumbuh di daerah dingin. Mungkin ini kuasa Tuhan, berkah buat wilayah kami,” paparnya.

BACA JUGA :  Sebanyak 18 Ribu Netizen Kunjungi 24 Karya Lukisan Aktivitas Gubernur Masa Pandemi Covid-19

Dikatakan Imam, taman tempat Bunga Bangkai tumbuh juga belum lama dibuat atas swadaya masyarakat sekitar. “Dulu tempat ini semak belukar, kemudian atas swadaya warga tanpa bantuan pemerintah kami membuat taman ini.Dikerjakan pada malam hari,” ungkap Imam. Warga menamkana taman itu dengan sebutan Taman Lockdwon. “Karena dibuat saat dilangsungkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB)”pungkasnya

(Nito).