Daerah

Bupati Blora Bidik Pilot Project Pertanian Organik di Universitas Brawijaya, Beasiswa Khusus Dibuka

13
×

Bupati Blora Bidik Pilot Project Pertanian Organik di Universitas Brawijaya, Beasiswa Khusus Dibuka

Sebarkan artikel ini
IMG 20260828 WA0071

NASIONALXPOS.CO.ID, MALANG – Gebrakan Bupati Blora Dr. H. Arief Rohman dalam mendorong pengembangan sektor pertanian dan kehutanan kembali mendapat perhatian. Saat menjadi narasumber Orientasi Pendidikan Mahasiswa Baru Program Pascasarjana Fakultas Bioindustri Pertanian dan Kehutanan Universitas Brawijaya, Kamis (27/8/2026), Bupati Arief menawarkan Kabupaten Blora sebagai lokasi pengembangan pertanian organik sekaligus pusat penelitian dan pengabdian masyarakat.

Kegiatan tersebut diikuti 171 mahasiswa baru program magister (S2) dan doktor (S3). Dalam kesempatan itu, Bupati Arief memaparkan berbagai potensi Kabupaten Blora, khususnya sektor pertanian dan kehutanan, serta mendorong agar pengembangan pertanian organik di Blora dapat menjadi pilot project yang nantinya bisa direplikasi di daerah lain.

Menurut Arief, Blora memiliki modal besar untuk mengembangkan pertanian organik karena didukung sektor peternakan yang cukup kuat. Banyaknya peternak sapi di wilayah tersebut membuat ketersediaan bahan organik seperti pupuk kandang relatif melimpah dan dapat dimanfaatkan untuk mendukung sistem pertanian yang lebih berkelanjutan.

“Blora memiliki potensi yang sangat besar untuk pengembangan pertanian organik. Kita punya banyak peternak sapi, sehingga bahan organik untuk mendukung pertanian juga tersedia. Kami ingin ini tidak hanya berhenti di Blora, tetapi bisa menjadi pilot project yang nantinya dapat dikembangkan dan menjadi contoh bagi daerah lain,” ujar Bupati.

Tak berhenti pada pengembangan komoditas, Pemkab Blora juga membuka pintu kerja sama dengan Universitas Brawijaya dalam bidang penelitian, pertanian, kehutanan hingga pemberdayaan masyarakat.

Arief menyebut kondisi geografis Blora menjadi salah satu alasan kuat mengapa daerah tersebut layak dijadikan lokasi penelitian. Sekitar 60 persen wilayah Kabupaten Blora merupakan kawasan hutan, sehingga menurutnya masih banyak potensi yang dapat dikaji dan dikembangkan melalui kolaborasi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi.

“Pemkab Blora sangat terbuka untuk menjadi lokasi penelitian. Dengan kondisi Blora yang sekitar 60 persen wilayahnya adalah hutan, tentu banyak hal yang bisa dikaji dan dikembangkan, baik di sektor pertanian, kehutanan maupun pemberdayaan masyarakat,” jelasnya.

Peluang kolaborasi juga ditawarkan melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN). Bupati menyampaikan bahwa Blora telah memiliki desa binaan yang mengembangkan pertanian organik. Desa tersebut dinilai dapat dikembangkan sebagai lokasi KKN mahasiswa Universitas Brawijaya sekaligus menjadi desa percontohan.

“Di Blora juga ada desa binaan pertanian organik. Ini bisa kita kembangkan bersama, sehingga nantinya menjadi tempat KKN mahasiswa dan sekaligus menjadi desa percontohan yang bisa direplikasi di desa-desa lainnya di Kabupaten Blora,” tambahnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Bioindustri Pertanian dan Kehutanan Universitas Brawijaya, Prof. M. Purnomo, mengaku terkesan dengan paparan Bupati Blora terkait potensi pertanian dan kehutanan yang dimiliki daerah tersebut.

Menurutnya, Blora mulai mengembangkan niche product, yakni produk dengan keunggulan dan nilai tambah tertentu, sehingga pengembangan sektor pertanian tidak sekadar berorientasi pada produksi komoditas umum.

“Kami terkesan dengan apa yang disampaikan Pak Bupati. Blora ini mulai mengambil niche product, tidak hanya produk pertanian biasa. Ke depan, kami berharap produksi benih jagung maupun produk-produk lain yang memiliki nilai tinggi dapat dikembangkan, termasuk melalui konsep green house,” ungkap Prof. M. Purnomo.

Ia menilai pengembangan produk pertanian bernilai tambah tersebut berpotensi memberikan dampak lebih luas. Selain meningkatkan nilai ekonomi bagi Kabupaten Blora, produksi berbagai komoditas unggulan juga dapat mendukung kebutuhan wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Penguatan produksi pertanian tersebut bahkan dinilai dapat ikut berkontribusi dalam menjaga ketersediaan pasokan, stabilitas harga, serta pengendalian inflasi di kawasan.

Tak hanya menawarkan kerja sama penelitian dan pengembangan, Universitas Brawijaya juga membuka peluang pendidikan bagi generasi muda asal Blora.

Prof. M. Purnomo menyampaikan bahwa mahasiswa potensial dari Blora berkesempatan mengikuti seleksi program beasiswa di Fakultas Bioindustri Pertanian dan Kehutanan Universitas Brawijaya, mulai jenjang S1 hingga S3.

Bahkan, menurutnya, akan disiapkan slot khusus bagi putra-putri Blora yang memenuhi persyaratan dan berhasil lolos proses seleksi.

IMG 20260828 WA0072

Peluang tersebut menjadi salah satu hasil penting dari pertemuan antara Pemkab Blora dan Universitas Brawijaya. Selain pengembangan sektor pertanian dan kehutanan, kerja sama pendidikan diharapkan dapat membuka akses lebih luas bagi generasi muda Blora untuk menempuh pendidikan tinggi.

Menutup kegiatan, Bupati Arief Rohman menyampaikan apresiasi kepada Universitas Brawijaya atas kepercayaan yang diberikan kepada Kabupaten Blora untuk menjadi narasumber dalam kegiatan orientasi mahasiswa baru program S2 dan S3.

“Saya mengucapkan terima kasih karena telah mempercayai Kabupaten Blora untuk menjadi narasumber dalam kegiatan ini. Saya berharap ini menjadi awal yang baik bagi kampus dan Pemkab Blora untuk menjalin kerja sama yang lebih baik lagi. Kami sangat terbuka, para dekan maupun dosen Universitas Brawijaya dapat bersilaturahmi dan berkolaborasi dengan kami di Blora,” pungkasnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Peternakan Kabupaten Blora beserta jajaran terkait. (Riyan)

Tinggalkan Balasan