Daerah

Bupati Blora Ikut “Buntel” Berkat Daun Jati di Tengah 218 Tumpeng Maulid

0
×

Bupati Blora Ikut “Buntel” Berkat Daun Jati di Tengah 218 Tumpeng Maulid

Sebarkan artikel ini
IMG 20260824 WA0029

NASIONALXPOS.CO.ID, BLORA – Tradisi Tumpengan Akbar dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW di Pondok Pesantren Baitul Hikmah, Desa Cabak, Kecamatan Jiken, Kabupaten Blora, kembali berlangsung meriah, Minggu (23/8/2026) malam.

Sebanyak 218 tumpeng atau ambeng memenuhi kawasan pesantren dalam pelaksanaan tahun keenam. Tradisi yang diikuti masyarakat sekitar hingga warga dari luar daerah itu bukan sekadar perayaan keagamaan, tetapi menjadi gambaran kuatnya gotong royong dan kebersamaan warga Desa Cabak.

Menariknya, dari ratusan ambeng yang disajikan, 15 di antaranya menggunakan beras organik, menjadi salah satu bentuk kreativitas masyarakat dalam memeriahkan tradisi tahunan tersebut.

Bupati Blora Dr. H. Arief Rohman turut hadir bersama jajaran Forkopimcam Jiken, Kepala Desa Cabak, tokoh agama, tokoh masyarakat serta ratusan warga.

Dalam sambutannya, Bupati Arief mengapresiasi kekompakan masyarakat Cabak yang konsisten mempertahankan Tumpengan Akbar sebagai bagian dari peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

“Saya apresiasi atas guyup rukunnya masyarakat Cabak. Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, masyarakat mengadakan acara Tumpengan Akbar ini,” ujar Bupati Arief.

Ia berharap tradisi tersebut terus berkembang dan jumlah tumpeng dapat meningkat pada pelaksanaan berikutnya.

“Semoga tahun depan semakin meriah dan bisa tembus menjadi 300 tumpeng. Ini menjadi rasa syukur bersama seluruh masyarakat Desa Cabak. Semoga semuanya dikaruniai kesehatan dan keberkahan,” lanjutnya.

Bupati Tak Sekadar Hadir, Ikut Lesehan dan “Buntel” Berkat

Kehadiran Bupati Arief Rohman menjadi perhatian tersendiri. Alih-alih hanya menghadiri acara secara seremonial, orang nomor satu di Kabupaten Blora itu turut membaur dengan masyarakat.

Usai rangkaian acara, Bupati duduk lesehan bersama warga, membuka tumpeng dan menikmati hidangan secara bersama-sama.

Bahkan, menurut Pengasuh Ponpes Baitul Hikmah KH. Moh. Masngud, Bupati turut mengikuti tradisi warga dengan membungkus atau “buntel” berkat menggunakan daun jati untuk dibawa pulang.

“Maturnuwun Bapak Bupati selalu menyempatkan hadir dalam acara Tumpengan Akbar Desa Cabak. Pak Arief bareng-bareng sama semua masyarakat ikut lesehan, makan tumpeng, ikut buntel berkat pakai daun jati untuk dibawa pulang,” ungkap KH. Moh. Masngud.

Pemandangan tersebut membuat suasana semakin cair. Tidak terlihat sekat antara pejabat, tokoh masyarakat dan warga. Semuanya duduk bersama menikmati makanan yang disiapkan secara gotong royong.

KH. Moh. Masngud menjelaskan, Tumpengan Akbar tersebut telah berlangsung selama enam tahun dan jumlah tumpeng yang disajikan terus mengalami peningkatan.

Setiap tumpeng rata-rata dapat dinikmati oleh sekitar 8 hingga 10 orang. Setelah makan bersama, warga kemudian membungkus berkat untuk dibawa pulang dengan menggunakan daun jati.

Sementara itu, Mba Nasha, salah seorang warga yang hadir, mengaku senang dapat kembali mengikuti tradisi tersebut.

“Suasana malam ini seru dan ramai. Semuanya senang bisa mengikuti Tumpengan Akbar tahunan. Semoga bisa mengikuti lagi tahun depan dan semakin meriah,” tuturnya.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan doa yang dipimpin KH. Moh. Masngud. Setelah itu, warga bersama-sama membuka tumpeng dan menikmati hidangan secara lesehan.

IMG 20260824 WA0030

Sepanjang kawasan Ponpes Baitul Hikmah hingga jalan dan lorong di sekitarnya tampak dipenuhi warga dan tumpeng yang disusun dalam suasana tertib.

218 tumpeng di tahun keenam menjadi bukti bahwa tradisi tersebut bukan hanya tentang makanan. Di balik setiap ambeng terdapat partisipasi warga, semangat gotong royong, silaturahmi dan rasa syukur yang terus diwariskan.

Kini masyarakat Desa Cabak menatap pelaksanaan tahun berikutnya dengan target yang lebih besar: 300 tumpeng, sekaligus mempertahankan Tumpengan Akbar sebagai tradisi yang mempererat persaudaraan masyarakat.

Tinggalkan Balasan