TANGERANG — Keberadaan Forum Pelanggan Perumda Tirta Benteng kembali dipertanyakan. Sejumlah aktivis dan pegiat muda Kota Tangerang menyoroti fungsi forum tersebut di tengah kanal pengaduan yang sudah tersedia, termasuk aplikasi SiGanteng, yang selama ini digunakan pelanggan untuk menyampaikan keluhan pelayanan.
Ketua Forum Pelanggan Perumda Tirta Benteng, Zaki Ramli, menegaskan forum yang dipimpinnya dibentuk dengan niat baik untuk membantu mengawal pelayanan perusahaan daerah tersebut.
“Ini kami yang menginisiasi dan ini merupakan niat baik. Tidak ada unsur politisasi atau kepentingan apa pun, karena PDAM ini milik kita semua. Jangan sampai pelayanan PDAM kepada masyarakat tidak optimal,” kata Zaki.
Menurut Zaki, Forum Pelanggan tidak dibuat untuk mengambil alih kewenangan manajemen maupun menggantikan kanal pengaduan yang sudah dimiliki Perumda Tirta Benteng, termasuk aplikasi SiGanteng. Forum tersebut, kata dia, lebih diarahkan sebagai wadah untuk menghimpun dan mengawal aspirasi pelanggan.
“Forum ini fokus pada kepentingan pelanggan. Kalau ada warga yang mengalami persoalan pelayanan, keluhan itu harus punya saluran untuk disampaikan dan dikawal sampai ada kejelasan,” ujarnya.
Zaki mengatakan persoalan seperti distribusi air terganggu, tekanan air kecil, sambungan pelanggan, kualitas air hingga pengaduan yang belum mendapatkan kejelasan dapat disampaikan kepada forum.
Keluhan tersebut nantinya dihimpun untuk kemudian dikomunikasikan kepada pihak Perumda Tirta Benteng.
Ia menyebut posisi forum berbeda dengan manajemen perusahaan. Forum tidak memiliki kewenangan mengambil keputusan teknis terkait pelayanan maupun mengatur operasional Perumda Tirta Benteng.
“Forum ini bukan untuk menggantikan sistem yang sudah ada. Forum ini lebih kepada bagaimana aspirasi pelanggan dihimpun, dikomunikasikan dan dikawal,” katanya.
Penjelasan tersebut menjadi jawaban atas pertanyaan mengenai kemungkinan tumpang tindih antara Forum Pelanggan dengan kanal pengaduan yang sudah tersedia, termasuk aplikasi SiGanteng.
Menurut Zaki, keberadaan aplikasi SiGanteng tetap diperlukan sebagai kanal pengaduan pelanggan. Sementara Forum Pelanggan berada pada posisi berbeda, yakni membantu menghimpun dan mengawal aspirasi ketika persoalan yang disampaikan warga membutuhkan komunikasi dan tindak lanjut lebih lanjut.
“Yang paling penting bagaimana air bisa sampai ke rumah warga dengan pelayanan yang baik. Kalau ada masalah, warga punya tempat untuk menyampaikan dan mendapatkan penjelasan,” ujarnya.
Mengenai proses pembentukan forum, Zaki menjelaskan pemilihan pengurus sebelumnya didahului Focus Group Discussion (FGD). Sejumlah unsur masyarakat dan pihak yang berkaitan dengan pelanggan disebut turut dilibatkan dalam proses tersebut.
Di antaranya Ketua Forum Pelanggan Nasional, FKPPI, YLPK Handaini, perwakilan tokoh masyarakat dan pelanggan dari setiap kecamatan, serta Ketua Pemuda Pancasila Kota Tangerang.
Menurut Zaki, pelibatan berbagai unsur tersebut dimaksudkan agar forum memiliki keterwakilan pelanggan dari sejumlah wilayah pelayanan Perumda Tirta Benteng.
Di sisi lain, kritik terhadap keberadaan forum tetap muncul. Salah satu yang menjadi perhatian adalah bagaimana memastikan forum benar-benar bekerja untuk kepentingan pelanggan di tengah sudah adanya sistem pengaduan seperti SiGanteng.
Zaki mengatakan pihaknya terbuka terhadap kritik maupun masukan dari masyarakat.
“Kritik dari masyarakat kami anggap sebagai masukan. Yang penting persoalannya dibicarakan berdasarkan data dan kondisi di lapangan,” katanya.
Sementara terkait desakan terhadap kinerja direksi maupun Dewan Pengawas Perumda Tirta Benteng, Zaki mengatakan persoalan tersebut memiliki mekanisme evaluasi tersendiri sesuai ketentuan yang berlaku.
Forum Pelanggan, kata dia, akan tetap menempatkan pelayanan dan kepentingan pelanggan sebagai fokus utama.
Sebelumnya, Wali Kota Tangerang Sachrudin menyatakan pembentukan forum memiliki urgensi sebagai jembatan komunikasi antara pemerintah, BUMD dan masyarakat.
“Urgensinya kita butuh komunikasi, informasi, dan aspirasi masyarakat terkait keluhan-keluhan. Forum ini sebagai corong agar kita lebih cepat mengatasi persoalan PDAM,” ujarnya.
Terkait adanya honorarium bagi pengurus forum, Sachrudin menyebut persoalan teknis tersebut sebaiknya ditanyakan kepada pihak manajemen.
Sementara itu, Direktur Utama Perumda Tirta Benteng Doddy Effendi sebelumnya membantah adanya gaji untuk pengurus forum. Namun, terkait kemungkinan adanya bentuk honor atau imbalan finansial lainnya, hingga kini belum memberikan tanggapan.
Di tengah pertanyaan dan kritik tersebut, Zaki menyatakan Forum Pelanggan terbuka untuk berdialog dengan aktivis, pegiat muda maupun kelompok masyarakat yang ingin menyampaikan persoalan pelayanan.
Ia menegaskan ukuran keberadaan forum pada akhirnya akan terlihat dari manfaat yang dirasakan pelanggan.
“Forum ini harus hadir ketika pelanggan punya masalah. Keluhan harus didengar, disampaikan kepada pihak terkait dan dikawal tindak lanjutnya. Itu yang menjadi fokus kami,” ujar Zaki.
Nah, SiGanteng sekarang muncul dari lead, lalu kembali ditegaskan saat membahas potensi tumpang tindih. Jadi pembaca langsung paham persoalan yang sedang dipertanyakan.













