Daerah

Gula Aren Salah Satu Produk Lebak Yang Menjadi Primadona Bagi Masyarakat Lokal Maupun Wisatawan

2112
×

Gula Aren Salah Satu Produk Lebak Yang Menjadi Primadona Bagi Masyarakat Lokal Maupun Wisatawan

Sebarkan artikel ini

NASIONAL XPOS.CO.ID-LEBAK.

Gula Aren salah satu jenis gula yang menjadi favorit bagi masyarakat lokal dan  para wisatawan yang datang berkunjung ke Kabupaten Lebak, sebab gula aren dapat digunakan untuk pemanis berbagi macam olahan, baik untuk jenis kue maupun obat herbal,  gula aren juga merupakan oleh – oleh khas Kabupaten Lebak, dimana keberadaan gula aren sering kali dicari oleh semua kalangan, untuk dibawa pulang, namun sayangnya para petani yang memproduksi gula aren sering kali merasa kesulitan dalam memasarkan produksinya, karena kurangnya dukungan dari Pemerintah, terutama dalam masalah permodalan.

Ada beberapa Kecamatan yang ada dikabupaten Lebak yang tetap bertahan dalam memproduksi gula aren, seperti Kecamatan Sobang, Kecamatan Malingpng, Kecamatan Cibeber dan Kecamatan lainnya yang ada di wilayah Lebak bagian Selatan Dan Lebak bagian Utara.

Anun salah satu Masyarakat Kampung Hariang Desa Hariang Kecamatan Sobang Kabupaten Lebak,  yang masih bertahan memproduksi gula aren, saat diwawancarai media ini memparkan.

” Bahan dasar untuk membuat gula aren adalah tuak/ nira, yang di ambil dari pohon enau, cara pengambilan air nira diawali dengan mengetuk- ngetuk atau memukul pangkal pohon ke arah tandan bunga, hal ini dilakukan kurang lebih selama satu bulan, sampai bunganya berguguran, dengan rentang waktu dua kali dalam seminggu, setelanjutnya dilakukan satu minggu sekali, setalah nira didapat kemudian dimasukan kedalam tabung bambu, untuk diproduksi, proses pembuatannya, air nira dimasukan kedalam wajan besar yang diletakan diatas tungku api yang tidak boleh padam ketika proses pembuatan gula aren dilakukan, sebab apa bila api mati maka akan gagal pembuatannya. Paparnya.

Anun menambahkan ” Setelah nira menjadi kental dan berwarna coklat, dituangkan kedalam cetakan yang terbuat dari belahan batok kelapa ada juga yang menggunakan potongan bambu, tergantung bagaimana mau mencetaknya, namun yang kami keluhkan, karena para petani pembuat gula aren masih sangat kesulitan dalam memasarkannya, karena mungkin kami semua belum terlalu paham dalam memasarkan produk gula aren yang kami buat, kendala yang kedua  terbentur dalam permodalan, selama ini saya dan para petani pembuat gula aren masih memutar -mutar modal dari hasil penjualan, untuk itu kami semua sangat berharap pada Pemerintah agar dapat memberikan bantuan permodalan demi kelancaran usaha kami. Harapnya.

( SUHENDAR)

Tinggalkan Balasan