Lifestyle

Hukum Mengucapkan Selamat Ulang Tahun Dalam Islam

736
×

Hukum Mengucapkan Selamat Ulang Tahun Dalam Islam

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi merayakan ulang tahun

Setiap negara tentu memiliki tradisinya sendiri untuk merayakan ulang tahun, seperti meniup lilin, memotong kue dan masih banyak lagi.

Terlepas dari tradisi, tentu ada agama yang juga mengatur bagaimana pemeluknya untuk merayakan ulang tahun. di negara Indonesia yang mayoritasnya adalah negara muslim masih menjadi perdebatan apakah diperbolehkan atau tidak.

Advertisement

Dengan adanya perbedaan tersebut, tentunya kita harus melihat secara jelas mana yang paling bijak. Kali ini kami akan memberikan informasi seputar hukum mengucapkan selamat ulang tahun dalam Islam. Bagi kamu yang penasaran, langsung saja simak ulasannya sebagai berikut.

Hukum Merayakan Ulang Tahun Dalam Islam

Dilansir dari laman NU Online, bahwasannya perayaan ulang tahun dalam hukum Islam sebetulnya sah-sah saja, namun selama perayaan ulang tahun dilakukan sebagai ungkapan rasa syukur dan menjadikan momen tersebut sebagai evaluasi diri untuk menjadi lebih baik lagi di masa mendatang.

BACA JUGA :  SELMA Tawarkan Tiga Produk Furnitur Unggulan Dalam Program Double Hoki di Bulan Cinta

Tetapi, perayaan ulang tahun juga berubah hukumnya menjadi haram ketika momen perayaan dilakukan secara desak-desakan antara laki-laki dan perempuan yang belum muhrim atau perayaan tersebut dilakukan secara berlebihan dengan kebiasaan yang tidak islami.

Hukum Mengucapkan Selamat Ulang Tahun

Masih berdasarkan sumber yang sama yakni laman NU Online, di mana hukum mengucapkan selamat ulang tahun adalah mubah yang berarti boleh di lakukan, namun tidak menjanjikan pahala.

Lalu apakah mendapatkan dosa? tentu tidak pula mendapaktan dosa sebab hukum mubah dapat dikatakan netral.

Adapun hukum mubah ini juga berlaku untuk ucapan selamat lainnya yang sering dipertanyakan di negara kita seperti mengucapkan selamat tahun baru/natal.

Hal tersebut sejalan dengan pernyataan salah satu ulama besar yakni Syekh Jalaluddin As Suyuthi dalam kompilasi fatwanya yang mengutip imama Al-Qamuli sebagai berikut.

“Imam Al-Qamuli berkata pada kitab Al-Jawahir, ‘Aku belum pernah mengetahui pernyataan dari salah satu ulama tentang mengucapkan selamat hari raya, selamat tahun baru, atau bulan-bulan tertentu sebagaimana yang kerap dilakukan oleh beberapa orang.

Aku pernah melihat kutipan Al-Hafidz Al-Mundziri bahwa Al-Hafidz Abu Al-Hasan Al-Maqdisi suatu waktu pernah ditanya tentang hukum tahniah (mengucapkan selamat) ini bid’ah (tidak diperintahkan) atau tidak?

Lantas Al-Maqdisi menjawab bahwa selama ini masih ada tarik ulur pendapat antar ulama. Sehingga menurut pendapatku, memberi ucapan ulang tahun islami untuk teman mubah hukumnya, bukan sunnah, bukan juga bid’ah’.” (Jalaluddin As-Suyuthi, Al-Hawi lil Fatawi, [Beirut: Darul Fikr], juz I, halaman 95).

Dengan begitu maka sudah jelas bahwa merayakan perayaan ulang tahun dan mengucapkannya adalah mubah menurut salah satu ormas islam terbesar di Indonesia yakni NU.

Namun dalam perayaan tersebut juga dapat menjadi haram ketika perayaan ulang tahun dilakukan secara berdesak-desakan antara laki-laki dan perempuan.
Selain itu perayaan ulang tahun yang berlebihan juga merupakan hal yang haram untuk dilakukan. Ada baiknya, kita sebagai umat Islam menjauhi segala kegiatan yang dapat menggelincirkan kita ke jalan kesesatan dan lebih memilih untuk bermain aman.

Selain itu terdapat pendapat-pendapat lain terkait hukum mengucapakan dan merayakan ulang tahun sebab di Indonesai bukan hanya NU saja melainkan ada Muhammadiyah, Persis dan ormas Islam lainnya yang dapat dijadikan sebagai acuan beragama.
Itulah beberapa informasi yang dapat kami rangkum terkait hukum mengucapkan selamat ulang tahun.

Mudah-mudahan informasi di atas dapat bermanfaat dan menambah wawasan kita semua khususnya dalam masalah agama, terimakasih.

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *