NASIONALXPOS.CO.ID, BLORA – Wakil Bupati Blora Sri Setyorini meminta camat, kepala desa, lurah, dan perangkat wilayah turun langsung menemui warga miskin. Langkah tersebut dinilai penting agar program pemerintah benar-benar menyasar masyarakat yang membutuhkan.
Permintaan itu disampaikan Sri Setyorini saat memimpin Rapat Koordinasi Penguatan Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Kecamatan (TKPKK) di Ruang Pertemuan Sekretariat Daerah Kabupaten Blora, Senin (5/10/2026).
Sri Setyorini mengatakan, angka kemiskinan Kabupaten Blora pada 2025 tercatat 10,58 persen dan pada 2026 ditargetkan kembali mengalami penurunan sekitar 0,11 hingga 0,71 persen.
Menurutnya, capaian tersebut tidak cukup hanya mengandalkan data administratif. Pemerintah perlu memastikan kondisi warga secara langsung di lapangan.
“Kalau kita turun ke desa-desa, faktanya masyarakat miskin masih banyak. Ada yang benar-benar membutuhkan perhatian dan penanganan. Karena itu, kita tidak boleh hanya melihat data, tetapi harus melihat kondisi riil di lapangan,” ujar Sri Setyorini.
Ia meminta apabila terdapat keluarga yang membutuhkan bantuan, pemerintah di tingkat kecamatan maupun desa segera melaporkan dan mencarikan solusi melalui OPD, Baznas, pemerintah desa, maupun program bantuan lainnya.
Selain bantuan sosial, Sri Setyorini mendorong program pemberdayaan ekonomi agar masyarakat miskin memiliki sumber penghasilan yang berkelanjutan. Salah satu contoh yang disampaikan adalah bantuan produktif berupa ayam petelur yang dapat dikembangkan menjadi sumber pendapatan keluarga.
“Jangan hanya memberi bantuan untuk dimakan hari ini. Yang harus kita pikirkan adalah bagaimana masyarakat bisa memperoleh penghasilan dan hidup lebih mandiri,” tegasnya.
Sri Setyorini juga mengingatkan bahwa kemiskinan bukan hanya persoalan ekonomi, tetapi berkaitan dengan kesehatan, pendidikan, perumahan, dan kebutuhan dasar lainnya. Karena itu, penanganannya harus dilakukan secara terpadu.
Dalam rapat yang dihadiri jajaran OPD, para camat, serta Baznas Kabupaten Blora tersebut, ia meminta penguatan pendataan keluarga miskin dan kelompok rentan.
“Jangan sampai ada keluarga yang sangat membutuhkan tetapi tidak terdata. Kita harus hadir, melihat langsung, dan memastikan mereka mendapatkan penanganan yang tepat. Penanggulangan kemiskinan adalah tugas kita bersama,” katanya.















