“Selain itu, YBS DAS juga mampu mengajak masyarakat, serta mengajak generasi muda untuk mau belajar tentang pendalam sastra Jawa Kuno, atau Bali Kuno, melalui Dharma Gita yang disajikan lewat mekekidung atau mewirama,” imbuhnya.
Kadisdikpora Buleleng Made Astika, menambahkan sebenarnya dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI dari Kurikulum Merdeka Belajar juga sudah terdapat muatan lokal seni budaya yang masuk dalam mata pelajaran daerah.
Dharma Gita nanti, masuknya bisa lewat muatan lokal pendidikan Agama Hindu, atau pendidikan Bahasa Daerah (Bahasa Bali).
Agar Dharma Gita bisa masuk kedalam muatan lokal pendidikan tentu perlu penambahan jam mata pelajaran.
“Selanjutnya mengenai pesraman, nantinya bisa kembali dibahas di Kementrian Agama. Apakah pesraman tersebut nantinya bisa dikembangkan dimasing-masing Kabupaten/Kota di Bali sebagai bagian pelestarian seni budaya,” tandasnya. (Uchan)






