Peristiwa

Ngeri! Sejumlah Kepsek di Periksa Kejari Tangerang

656
×

Ngeri! Sejumlah Kepsek di Periksa Kejari Tangerang

Sebarkan artikel ini

NASIONALXPOS.CO.ID, KABUPATEN TANGERANG – Dugaan penyelewengan pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSda) tahun anggaran perubahan 2021 saat ini tengah didalami Kejaksaan Negeri Tangerang.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, dugaan penyelewengan dana BOSDa tersebut yakni pembelian yang diduga tidak sesuai dengan spesifikasi dan harga disinyalir tidak sesuai dengan nilai yang ditentukan.

Bukan hanya ditatanan pejabat, beberapa kepala sekolah yang disinyalir terindikasi dugaan tindak pidana korupsi tersebut juga turut dimintai keterangannya.

BACA JUGA :  Diduga Miliki 8,78 Gram Sabu, Guru SDN Katobengke Terancam 12 Tahun

Hal itu dibenarkan Ate Quesyini Ilyas, Kepala Seksi Intelijen Kejari Kabupaten Tangerang saat ditemui wartawan  beberapa waktu lalu.

Ia mengaku, telah melakukan pemeriksaan terhadap pejabat Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang yang dilakukan sepanjang bulan puasa, termasuk penanggilan tim teknis yang dibentuk oleh dinas.

“Masih dalam proses penyelidikan, mungkin dari pihak kepala sekolah, penyedia, itu sudah dipanggil,” ungkap Ate Quesyini Ilyas.

Kendati begitu, ia mengaku tidak dapat merinci materi pertanyaan terhadap beberapa kepala sekolah dan penyedia lantaran kasus tersebut bukan ditangani olehnya.

“Sebenernya itu ada di Pidsus ya, jadi materi dari isi (pertanyaan) kita tidak bisa sampaikan,” ujarnya.

Meski begitu, ia berujar akan merilis hasil dari proses penyeledikan atas dugaan penyelewengan pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSda) tahun anggaran perubahan 2021 saat ini tengah didalami pihaknya.

“Nanti juga mungkin apa sih, proses selanjutnya akan kita bongkar, makanya nanti jika ketemu ini perbuatan pidananya atau bukan kita belum tau,” ujar dia.

Saat ini, masih menurut Ate Quesyini Ilyas, pihaknya masih terus melakukan pemanggilan – pemanggilan untuk mendalami dan menggali informasi secara cermat atas persoalan tersebut.

BACA JUGA :  Motif Pelaku Ujaran Kebencian karena Dampak Pandemi Covid-19

“Ngga seperti (Penyelidikan) BLT, ini dapat ngga, atau saya ngga dapat pak selesai, ini (persoalan) kan ngga soalnya masing – masing sekolah prosesnya seperti apa, bagaimana jadi karna strukturnya juga banyak,” jelasnya.
(AciL/Red)