Ipung juga mengatakan, bukan hanya warga yang harus dimintain KTP. Warga juga curhat saat bawa hewan mereka seperti sapi, kambing yang masuk ke kawasan itu maka akan ditangkap petugas, dan pemiliknya diinterogasi dengan arogan dan ada banyak hewan yang tidak dikembalikan.
“Jumlah hewan yang sampai saat ini tidak dikembalikan itu sudah puluhan atau bahkan ratusan. Namanya hewan, dia kan kemana saja yang ada rumput. Ini malah diikat, pemiliknya diinterogasi. Karena takut mereka akhirnya membiarkan hewannya hilang begitu saja. Saya pernah meminta secara kemanusiaan kepada Polsek Denpasar Selatan agar berbicara dengan manajemen secara baik-baik biar hewan milik warga dikembalikan. Namun pihak Polsek Densel berdalih bahwa tidak ada laporan masuk dari warga,” terangnya sambil melanjutkan bahwa, dengan terjadinya kasus ini maka warga sekarang mulai berani buka mulut untuk protes.
Diketahui, kasus ini berawal dari manajemen Kura-Kura Bali yang melakukan pemeriksaan ketat kepada seluruh warga yang akan memasuki KEK Kura-Kura Bali, yang berlokasi di desa Serangan, kecamatan Denpasar Selatan.












