Peristiwa

Polemik Wartawan dengan KEK Serangan, Siti Sapurah: Warga Asli Serangan yang Mau ke Pura Tirta Arum Saja Dimintain KTP!

2178
×

Polemik Wartawan dengan KEK Serangan, Siti Sapurah: Warga Asli Serangan yang Mau ke Pura Tirta Arum Saja Dimintain KTP!

Sebarkan artikel ini
Siti Sapurah S.H. pengacara asal desa Serangan, Denpasar. Foto: Ist

Tidak ingin berdebat, Arnold memperlihatkan undangan tertulis melalui PDF. Karena masih diinterogasi dan di belakangnya ada sebuah mobil yang hendak masuk, wartawan tersebut membuka pintu palang portal untuk memberi jalan kepada pengunjung berikutnya.

Walau sudah melewati palang portal, Arnold diminta untuk parkir kendaraannya di pinggir dekat pos pemeriksaan. Seorang petugas pengamanan bernama Umar menjelaskan bahwa Kura-Kura Bali itu bukan akses publik tetapi privat sehingga mereka harus memeriksa secara ketat.

“Di sini tidak sama dengan ITDC di Nusa Dua. Di sini bukan akses publik. Jadi kami harus periksa sesuai SOP tanpa kecuali kepada semua pengunjung,” ujarnya beralasan.

Setelah memberikan penjelasan, Umar terlihat menghubungi atasannya melalui handtalk (HT). Terdengar dalam percakapan tersebut bahwa anggota di pos jaga sudah memeriksa identitas dan undangan resmi bahwa akan meliput acara di Kura-Kura.

Untuk meyakinkan Arnold, Umar memperdengarkan sendiri percakapan di HT. Dan dari seberang, terdengar perintah bahwa “ditahan dulu karena belum ada arahan”. Akibat ditahan depan pos tanpa kejelasan, Arnold langsung pergi meninggalkan pos pemeriksaan Kura-Kura Bali.

Di tempat terpisah, Tiza Soekasah, Internal and Media Communications Manager of Communications PT BTID sebagai pengelola KEK Kura-Kura Bali memberikan klarifikasi terkait polemik tersebut.

Tinggalkan Balasan