oleh

Polwan Polda Banten Ikut Acara IAWP, Ini Materi Pelatihannya

NASIONALXPOS.CO.ID, LABUAN BAJO – Polwan Polda Banten mengikuti Konferensi Polwan Sedunia ke-58 atau The International Association of Women Police (IAWP) Conference ke-58 Tahun 2021 di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, Rabu (10/11).

Polwan Polda Banten terbaik yang ikut berpartisipasi dalam agenda internasional yaitu Kepala Bagian Pengendalian Operasi (Kabagdalops) Biro Operasi AKBP Kam’ndyah, Kepala Bagian Perawatan Personel (Kabagwatpers) Biro SDM AKBP Hj. Widya Andriani, Kepala Bagian Pembinaan Operasional (Kabagbinops) Satuan Brimob AKBP Maya Heny Hitijahubessy dan Kepala Sub Bagian Psikologi Personel (Kasubbagpsipers) Bagian Psikologi Biro SDM Kompol Desi Rasyita.

Adapun tema yang di angkat dalam Konferensi Polwan Sedunia tahun ini adalah “Women at The Center Stage of Policing” dengan lima sub tema meliputi : Women, Peace and Security, Women and Leadership, Police Women and Their Challenges, The Role of Women in Policing, Science, Technology and Policing, Current Issues on Transnational Crimes.

Pada pelaksanaan kegiatan ini dibagi menjadi 5 Class, dengan puluhan narasumber dari berbagai Negara, yaitu Brenda Lucki Commissioner RCMP dari Canada dengan materi “Women Leaders in Policing – Challenging the Policing Landscape” (Women and leadership), dalam paparannya ia menyampaikan tantangan bagaimana polisi wanita menjaga keamanan masyarakat.

Lisa Schmitter Licensed Professional Counselor dari USA menyampaikan materi Self-Care to avoid Vicarious Trauma, Burn-out and Post-Traumatic Stress (Police Women and Their Challenges), dalam paparannya ia menyampaikan bagaimana membantu diri sendiri dari trauma, stress berat, dan pasca trauma.

Jamie Leigh Bergman dari Detective Family Protection Team, New Zealand Police menyampaikan mengenai The Power and Benefits of – Holistic Health (Police Women and Their Challenges), dalam paparannya ia menyampaikan kekuatan dan manfaat pengobatan holistik atau kesehatan secara menyeluruh.

Melissa Jardine, Irina D’Almeida, dan Suchaya Mokkhasen UN (United National) Women, Interpol dan Unodc menyampaikan materi “Women in Law Enforcement Leadership in ASEAN” (Women and Leadership), dalam paparannya ia menyampaikan peran perempuan dalam penegakan hukum di ASEAN.

Simone Butcher dan Krissy Barret Airport Commander dan Commander Aviation AFP dari Negara Australia menyampaikan mengenai “The Changing Faces of Counter Terrorism First Responders: The Impact Women are Having on Policing Australian Airports” (Current Issues on Transnational Crimes), menyampaikan paparan bagaimana peran wanita dalam menghadapi terorisme.

Jim Wee Executive Director of Aseanapol Secretariat dari Negara Aseanapol menyampaikan mengenai “Leveraging Regional and National — against Transnational Crime” (Current issues on Transnational — Crimes), dalam paparannya menyampaikan tantangan polisi wanita melawan Kejahatan Transnasional.

Marie-Josee McCool Professional Ethics Advisor dari Canada menyampaikan materi bertajuk “Sharing Active Resilience Skills in Supportive Relationships to Overcome Adversity” (Women, Peace and Security), dalam paparannya menyampaikan keterampilan ketahanan aktif dalam hubungan yang mendukung untuk mengatasi kesulitan.

Collie Brown dan Esteban Felipe UNODC “Ensuring Gender Eguality in the Provision of Technical Assistance to Law Enforcement Entities – UNODC Global Approach and Regional Examples of Gender Mainstreaming” (The Role of Women in Policing), dalam paparannya memastikan kesetaraan Gender dalam Pemberian Bantuan Teknis tidak memandang perbedaan untuk Penegak Hukum.

Calum McDonald dan Verena Maria Neundter ICRC “Women in Peace keeping Missions: An ICRC Perspective” (Women, Peace, and Security), dalam paparannya menyampaikan Perempuan dalam Misi Pemeliharaan Perdamaian: Sebuah Perspektif International Committee of the Red Cross (ICRC).

Pattie Norgard USA US. Departmen of Justice, FBI, Intelligence Analyst “Women in Terrorism” (Current Issues on Transnational Crime) dalam paparannya menyampaikan polisi wanita dalam kejahatan terorisme.

Sylvia Shweder USA – US Department of Justice, OPDAT, Resident Legal Advisor “Wildlife and Environmental Crimes” (Current Issues on Transnational Crimes) dalam paparannya menyampaikan mengenai Kejahatan Satwa Liar dan Lingkungan.

drg. Lisda Cancer, M.Biotech Indonesia Police Senior Superintendent, INP “Disaster Victim Identification (DVI) Operation on Lion Air Flight JT 610: Challenges and Opportunities” (Science, Technology and Policing) dalam paparannya menyampaikan bagaimana peran polisi wanita dalam Operasi indentifikasi korban bencana, Disaster Victim Identification (DVI) pada Lion Air Penerbangan JT 610: Tantangan dan Peluang.

June Liu USA U.S Department of Homeland Security, HSI Special Agent “Online Sex Trafficking – Investigations” (Current Issues on , Transnational Crimes) dalam paparannya menyampaikan peran wanita dalam penanganan perdagangan Seks Online.

Ye-Ting Woo USA U.S Department of justice, OPDAT, Resident Legal Advisor “Minority Groups as Potential Hate Crimes” (Current Issues on Transnational Crimes) dalam paparannya menyampaikan bagaimana peran polisi wanita dalam menghadapi kelompok minoritas sebagai potensi kejahatan Ujaran kebencian.

Alexandria Pham USA U.S Department of Justice, FBI, Acting Assistant Legal Attaché, US Embassy Jakarta “Social Media Management” (Science, Technology and Policing) dalam paparannya menjelaskan mengenai tentang manajemen media sosial.

Tamra Greig dan John Kim (FBI) U.S Embassy Jakarta. “The Threats of Cybercrime” (Current Issues on Transnational Crimes) dalam paparannya menyampaikan mengenai ancaman kejahatan dunia maya.

Captain Salem Aljabri dan Alya Alhajri GCCPOL “Women and their Role in Gulf Societies” (The role of women in Policing) dalam paparannya menyampaikan perempuan dan perannya dalam hubungan masyarakat.

Selain narasumber diatas masih ada narasumbernya seperti Prof Badri Munir Sukoco, Ph.D Indonesia Director of Postgraduate School Airlangga University dan Dr. Rinny Wowor, S.P.si., M.Psi. sebagai narasumber terakhir.

Kegiatan ini diikuti oleh peserta dari 13 negara yang hadir langsung dan 35 negara yang mengikuti secara virtual. Total peserta keseluruhan sekitar 900 polwan baik dari Indonesia maupun negara lainnya, serta berjalan dengan lancar. (Syt/Am/Bidhumas).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed