“Kami bersama para aktivis, dan pemuda, serta para pegiat pendidikan di wilayah Kecamatan Pasarkemis berusaha untuk bersabar dengan kendala seperti ini, seharusnya mereka lebih memahami kebutuhan pendidikan,” paparnya.
Belum lagi, lanjut Muhlisin menjelaskan, tahun ini terdengar bahwa di SMAN 24 Kabupaten Tangerang tenaga pengajar yang Aparatur Sipil Negara (ASN) beberapa orang sudah pensiun, tentunya hal ini perlu menjadi sorotan bagi kami untuk mengantisipasi agar jangan sampai jumlah Ruang Kelas untuk PPDB tahun ini berkurang,
“Percuma saja jika bangunan sekolah ditambah setiap tahun, tetapi tidak ada tenaga pengajar.
Ia mengingatkan, dan juga berharap jajaran pemerintahan Provinsi Banten benar-benar bisa memberikan solusi untuk persoalan pendidikan di Kecamatan Pasarkemis,
“Jangan sampai kita menjadi seorang pendosa karena tidak peduli terhadap pendidikan yang jelas nampak di depan mata kita, semoga Pemerintah dan Anggota DPRD, baik Kabupaten Tangerang, atau Provinsi Banten benar-benar dapat bekerja untuk masyarakat,” pungkas Muhlisin. (Red)














