Tangerang Raya

Latihan Fisik, Mitigasi Bencana hingga Soal Rumah Tangga, Ini yang Dijalani 100 Kader Perempuan PKS Tangerang

169
×

Latihan Fisik, Mitigasi Bencana hingga Soal Rumah Tangga, Ini yang Dijalani 100 Kader Perempuan PKS Tangerang

Sebarkan artikel ini
unnamed

KABUPATEN TANGERANG — Sekitar 100 kader perempuan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Tangerang menjalani pelatihan yang tidak hanya mengasah ketahanan fisik dan mental, tetapi juga membekali peserta dengan pengetahuan mitigasi bencana hingga penguatan kehidupan rumah tangga.

Kegiatan bertajuk Pelatihan Perempuan Siaga (Latansa) Menengah 2 itu digelar di area PMI Volunteer Park, Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang, Minggu (30/8/2026). Pesertanya merupakan kader perempuan PKS dari berbagai wilayah di Kabupaten Tangerang.

Advertisement
Banner dalan konten ‎file 00000000f95871fa8381970073c004f3
Scroll kebawah untuk lihat berita lainnya.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari proses kaderisasi PKS. Para peserta mendapatkan berbagai materi yang berkaitan dengan kesiapsiagaan, baik dari sisi fisik, mental maupun kemampuan menghadapi kondisi darurat.

Selain latihan fisik dan materi penanggulangan darurat, peserta juga dibekali pengetahuan mengenai mitigasi bencana. Aspek kerohanian dan ketahanan keluarga turut menjadi bagian dalam pelatihan tersebut.

Ketua Dewan Etik Daerah (DED) PKS Kabupaten Tangerang, Suhendi, saat membuka kegiatan mengatakan, Latansa merupakan bagian dari pembinaan kader yang perlu mendapat dukungan keluarga.

Menurut Suhendi, aktivitas kader perempuan dalam menjalankan berbagai kegiatan sosial dan pelayanan masyarakat membutuhkan dukungan dari pasangan agar kehidupan keluarga dan aktivitas pengabdian dapat berjalan beriringan.

“Keberlangsungan pendidikan ini harus didukung oleh pasangan, sehingga ada kerja sama yang baik demi keberlangsungan dakwah. Keduanya harus berjalan beriringan,” ujar Suhendi.

Ia juga mengingatkan pentingnya membangun keluarga yang saling mendukung. Menurutnya, tugas dan amanah yang dijalankan kader tidak seharusnya menjadi beban salah satu pihak dalam keluarga.

“Keluarga dakwah sangat diperlukan sebagai bentuk dukungan. Idealnya, dalam keluarga harus saling mendukung satu sama lain dalam menjalankan amanah dakwah,” ungkapnya.

Selain persoalan keluarga, Suhendi mengingatkan para kader untuk menjaga kesehatan. Menurutnya, kondisi fisik perlu mendapat perhatian, terutama seiring bertambahnya usia.

“Di usia kita saat ini, kita harus lebih memperhatikan pola hidup sehat agar tetap prima dalam beraktivitas dan berdakwah,” pesannya.

Para peserta juga diajak menjaga semangat dan ketahanan mental dalam menghadapi berbagai kondisi. Latansa diharapkan dapat membuat kader perempuan lebih siap secara fisik maupun mental ketika menjalankan aktivitas pelayanan kepada masyarakat.

“Melalui Latansa ini, anggota PKS diharapkan lebih semangat dalam menjalani kehidupan, dengan fisik yang tangguh dan mental yang kuat,” kata Suhendi.

Rangkaian kegiatan berlangsung dalam suasana kebersamaan. Selain materi kesiapsiagaan dan mitigasi bencana, penguatan kerohanian serta ketahanan rumah tangga menjadi bagian dari pelatihan yang diikuti sekitar 100 kader perempuan tersebut.

Tinggalkan Balasan