Daerah

Wujud Nyata Toleransi, 6 Agama Wisuda Bareng, Molen: Emak-emak Juga Bisa di Wisuda

384
×

Wujud Nyata Toleransi, 6 Agama Wisuda Bareng, Molen: Emak-emak Juga Bisa di Wisuda

Sebarkan artikel ini

NASIONALXPOS.CO.ID, PANGKALPINANG, — Wali Kota Pangkalpinang, Dr. H. Maulan Aklil bersama istri yang juga merupakan Ketua Badan Koordinasi Majelis Taklim (BKMT) Kota Pangkalpinang, Monica Haprinda bersamai Haflah Khotmil Qur’an dan Apresiasi Majelis Ilmu bagi setiap agama dalam peningkatan kualitas beragama di Provinsi Bangka Belitung. Bertempat di Asrama Haji Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rabu (18/10/2023).

“Apa yang kita laksanakan di Pangkalpinang ini sangat unik, biasanya yang di wisuda adalah anak-anaknya, tapi emak-emaknya juga bisa di wisuda, “ujar Molen sapaan akrab wali kota dalam sambutan.

Advertisement

Dengan semangat itu, Molen ungkapkan apresiasinya yang luar biasa, ia juga mengucapkan terima kasih kepada para guru-guru yang telah membimbing peserta Haflah Khotmil Qur’an dan Apresiasi Majelis Ilmu. Wali Kota Molen mengajak semua pihak untuk senantiasa menjaga keharmonisan kehidupan beragama di Kota Beribu Senyuman.

BACA JUGA :  Gandeng KSOP Padangbai, Yayasan MDPI  Gelar Program Gerai Nasional Pas Kecil

“Mungkin di luar sana tidak pernah terjadi wisuda Haflah Khotmil Qur’an dan Apresiasi Majelis Ilmu bareng ada enam agama”, sebut Molen disambut tepuk tangan riuh peserta.

Diketahui, peserta Haflah Khotmil Qur’an dan Apresiasi Majelis Ilmu yang akan di wisuda sebanyak 1.489 dari Agama Islam, 10 peserta dari Budha, 5 peserta dari Konghucu, 10 peserta dari Katolik, 10 peserta dari Kristen, dan 11 peserta dari Hindu. Adapun wisudawati lansia dengan usia paling tinggi ialah berumur 87 tahun.

“Kegiatan seperti ini sangat jarang sekali, ini adalah sebuah fenomena yang bagus. Wujud dari toleransi ummat beragama, merupakan hal yang penting dalam kehidupan kita. Jika setiap individu memiliki sikap toleransi maka akan mengurangi gesekan-gesekan yang terjadi, “ungkap Pj. Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Suganda Pandapotan Pasaribu.

Hari ini merasa bahagia, tambah Suganda, dengan latar belakang yang berbeda baik agama maupun suku dapat duduk bersama. Menurutnya ini bentuk toleransi yang nyata, bukan hanya slogan, bagaimana keharmonisan beragama di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

“Terbukti hari ini terlaksana wisuda untuk mempelajari kitab suci masing-masing, bukti bahwa tidak pernah menyerah menuntut ilmu. Mari kita jaga bersama kerukunan, keamanan dan ketentraman di Provinsi Bangka Belitung, kita hindari perpecahan terutama konflik agama, “ajaknya. (Toto)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *