Peristiwa

Ikon Nusa Lembongan-Ceningan Kembali Memakan Korban, Fisik Jembatan Kuning Jadi Sorotan

603
×

Ikon Nusa Lembongan-Ceningan Kembali Memakan Korban, Fisik Jembatan Kuning Jadi Sorotan

Sebarkan artikel ini
Paska insiden kecelakaan 2 WNA asal Belanda di Jembatan kuning penghubung Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan kabupaten Klungkung. Foto: Ist

NASIONALXPOS.CO.ID, KLUNGKUNG -Ramai di media sosial video jatuhnya 2 WNA asal Belanda di jembatan kuning yang menjadi Ikon penghubung antara pulau Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan, kabupaten Klungkung menjadi sorotan banyak pihak.

Kejadian yang terjadi pada Jumat (24/10) sekira pukul 11.00 Wita memperlihatkan kerumunan warga di bawah jembatan membantu Vivianne Rozemarijn (35) dan Iris Maria Elizabeth (40) jatuh ke laut setinggi ± 5 meter setelah sepeda motor yang mereka kendarai kehilangan keseimbangan.

Terlihat dari pemeriksaan awal menunjukkan Vivianne mengalami luka di alis kiri, sementara Iris mengalami luka di dagu dan memar di lengan sebelah kiri. Warga bersama petugas yang berada di lokasi, langsung melakukan evakuasi dan membawa kedua korban ke East Medical Lembongan untuk segera mendapatkan perawatan medis. Beruntung, keduanya selamat dari insiden tersebut.

Kejadian ini menimbulkan pertanyaan besar dari masyarakat sekitar dan wisatawan yang berwisata ke Nusa Lembongan, Nusa Ceningan maupun Nusa Penida tentang akses jalan yang bukan hanya sempit, tapi juga rusak.

Sebelum kejadian kecelakaan di jembatan kuning, tim Kelompok Kerja (Pokja) Bali Media Partner (BMP) sempat berwisata ke Lembongan dan melewati Jembatan kuning pada (11/10) lalu. Terlihat, besi jembatan kuning tersebut sudah keropos, dengan jalan yang sempit serta licin.

“Saat kami melintasi jembatan kuning dari Nusa Lembongan ke Nusa Ceningan kami sempat berhenti, turun dari motor dan melihat kondisi jembatan itu. Kami kaget, jembatan yang keseluruhan terbuat dari besi itu sudah berkarat, malah pembatas jembatan dari arah Lembongan di sebelah kanan jalan malah sebagian sudah lepas dan itu sangat berbahaya bagi pengendara motor. Apalagi untuk melewati jembatan itu harus pelan dan berhati-hati karena, saat berpapasan dengan motor dari arah berlawanan jarak satu sama lain hanya beberapa senti saja,” ucap Jro Budi salah satu tim BMP.

Senada dengan Jro Budi, salah satu wisatawan dari Jakarta, Ipung Surya juga mengeluhkan akses jalan menuju pantai Kelingking di Nusa Penida. Bahkan Ia menyebut sempat melihat ada kecelakaan antara 2 mobil saat berpapasan dikarenakan jalan yang rusak dan sempit.

“Kalau ke Nusa Penida, saya sarankan bagi wisatawan memakai kendaraan motor di banding mobil. Karena akses jalan di sini sempit, masih banyak yang rusak dan berlubang,” ujar Ipung.

Dikonfirmasi pesan Whatsapp terkait jembatan kuning yang sudah berkarat dan rapuh, Bupati Klungkung I Made Satria mengatakan bahwa jembatan tersebut sedang dalam perbaikan yang menelan biaya anggaran sebesar 1,4 Milyar.

“Jembatan Kuning saat ini sedang perbaikan yang dianggarkan 1,4 miliar. Akan selesai perbaikan paling lambat bulan Desember 2025,” tulis Satria. Sabtu, (25/10/2025) pukul 01.27 Wita.

Kondisi malam hari di jembatan kuning.
Foto: Ist

Satria mengakui semenjak dirinya dilantik 8 bulan lalu, tentu masih belum optimal sepenuhnya. Ditambah, kata Satria,  kondisi fiskal kabupaten Klungkung yang sangat terbatas, di mana APBD Klungkung habis untuk belanja rutin dan beban pengeluaran pengangkatan P3K.

“Namun tiang (saya.red) tidak tinggal diam berpangku tangan, tiang terus berjuang ke pemerintah pusat untuk mendapatkan anggaran dan berupaya mengundang untuk bekerjasama dengan pihak ke tiga/investor kami lakukan untuk menuntaskan persoalan infrastruktur,” lanjutnya.

Ia mengatakan bahwa progres pengerjaan pemeliharaan jembatan kuning sudah mencapai 30 persen dan dilakukan pada malam hari dikarenakan aktivitas yang padat pada pagi, siang dan sore hari. Bahkan, dirinya meminta kepada media Nasionalxpos.co.id untuk mencari tahu kebenaran di lapangan dengan menanyakan kepada warga setempat agar mendapat info yang lengkap.

“Kalau cari tau kebenaran di lapangan tanyakan pada warga setempat. Apakah benar perbaikan jembatan kuning sedang dikerjakan, dan waktu pengerjaannya kapan siang hari atau malam hari!!! Tanyakan begitu sama warga sehingga pak/ibu dapat info yang lengkap,” tandas Satria.

Namun, informasi yang diterima media ini menunjukkan hal yang berbeda. Terpantau  saat malam hari (25/10) sekira pukul 21.02 tidak satupun terlihat aktivitas pekerja di lokasi, bahkan, paska insiden kecelakaan 2 WNA tersebut, bagian pagar pembatas yang rusak hanya diberi besi seadanya. Kondisi ini memperkuat dugaan pengerjaan proyek dianggap tidak maksimal.

Ketika ditelusuri di Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) kabupaten Klungkung, diketahui pemenang tender pemeliharaan jembatan kuning kabupaten Klungkung berdasarkan penetapan pemenang nomor: 000.3.3/16.28/Pokja Pemilihan/BAG-PBJ/2025 tanggal 17 Juni 2025 dimenangkan oleh CV. Sari Murti dengan harga terkoreksi Rp. 1.498.500.000,-

Persoalan ini menjadi ujian Bupati klungkung dalam menyelesaikan infrastruktur di pulau Nusa Penida, Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan yang digadang-gadang menjadi penyumbang terbesar Pendapatan Asli Daerah (PAD) kabupaten Klungkung. (Uchan)

Tinggalkan Balasan