Daerah

Prof Udin: Wartawan Lokomotif Literasi di Pangkalpinang

246
×

Prof Udin: Wartawan Lokomotif Literasi di Pangkalpinang

Sebarkan artikel ini

NASIONALXPOS.CO.ID, PANGKALPINANG –
Wali Kota Pangkalpinang, Prof Saparudin atau yang akrab disapa Prof Udin, menegaskan bahwa wartawan merupakan “penulis sejati” sekaligus lokomotif utama penggerak literasi di masyarakat. Hal itu ia sampaikan saat membuka Festival Literasi Kota Pangkalpinang 2025 di Gedung Perpustakaan Umum Zulkarnain Karim, Senin (17/11/2025).

Acara pembukaan turut dihadiri Plt. Asisten Administrasi Umum, Plt. Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Dinas Kominfo Bagian Protokol & Komunikasi Pimpinan, serta berbagai komunitas literasi, guru, mahasiswa, pelaku seni, dan Bunda Literasi yang baru dikukuhkan.

Dalam sambutannya, Prof Udin memberikan apresiasi khusus kepada insan pers.

Siapa pelaku literasi yang paling utama? Wartawan. Mereka menulis pagi, siang, sore, malam,” ujarnya.
“Meskipun bukan dalam bentuk buku, tulisan wartawan menjadi bagian penting dalam mencerdaskan publik,” tambahnya.

Menurutnya, kemampuan menulis tidak dapat dipisahkan dari kebiasaan membaca, mendengar, dan menelaah informasi. Karena itu, wartawan dinilai sebagai contoh paling nyata dari disiplin literasi.

“Kalau ada yang belum tentu menulis setiap hari, itu kita-kita ini. Tapi wartawan pasti menulis,” kata Prof Udin sambil memberikan salam literasi kepada insan pers.

Ia menegaskan bahwa literasi bukan sekadar program, melainkan praktik hidup yang harus dijalani setiap hari.

“Jika masyarakat ingin melihat konsistensi membaca dan menulis, lihatlah wartawan. Setiap hari mereka memompa denyut literasi lewat berita yang disajikan,” ujarnya.

Wali Kota berharap semangat membaca dan menulis terus digelorakan di seluruh lapisan masyarakat.

“Gerakan membaca mungkin dimulai dari perpustakaan, tetapi gerakan mencerdaskan publik berjalan setiap hari dari tangan para wartawan,” tutupnya.

Festival Literasi Kota Pangkalpinang tahun ini menghadirkan berbagai kegiatan edukatif, diskusi literasi digital, hingga pentas seni dari komunitas lokal. (Toto)

Tinggalkan Balasan