NASIONALXPOS.CO.ID, BLORA – Menjelang arus mudik Lebaran 1447 Hijriah, Bupati Blora, Arief Rohman, meminta percepatan perbaikan infrastruktur jalan demi menjamin keamanan dan kenyamanan pemudik.
Hal itu disampaikan dalam rapat koordinasi lintas sektoral pengamanan Lebaran yang digelar di Gedung Iwan Ibrahim Mapolres Blora, Senin (2/3). Rapat tersebut dihadiri jajaran Forkopimda, kepala OPD, BUMN, BUMD, hingga para Kapolsek se-Kabupaten Blora.
Dalam arahannya, Bupati Arief menegaskan kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) agar segera melakukan langkah konkret di lapangan.
Ia meminta pemetaan kerusakan jalan kabupaten, provinsi, hingga nasional yang melintasi wilayah Kabupaten Blora, agar segera dikoordinasikan dengan DPUPR Jawa Tengah dan Balai Pelaksana Jalan Nasional.
“Laporan masyarakat harus segera ditindaklanjuti. Jalur utama mudik harus dipastikan aman dan layak dilalui,” tegasnya.
Pelaksana Tugas Kepala DPUPR Blora, Nidzamudin Al Huda, menyebutkan tahun ini terdapat 30 paket pekerjaan pembangunan dan perbaikan jalan. Saat ini, dua proyek sudah berjalan, yakni penanganan longsor di Getas dan pembetonan jalan Palon.
Untuk pemeliharaan jalan berlubang jelang mudik, DPUPR membentuk dua tim khusus, yaitu Tim Blora dan Tim Cepu, guna mempercepat respons di lapangan.
Di Blora terdapat tiga ruas jalan provinsi, yakni Kunduran–Ngawen–Blora, Todanan–Japah–Ngawen, serta Singget–Randublatung–Cepu. Selain itu, satu ruas jalan nasional Rembang–Blora–Cepu hingga perbatasan Jawa Timur juga menjadi perhatian karena masih ditemukan sejumlah titik kerusakan.
DPUPR memastikan koordinasi terus dilakukan agar perbaikan bisa segera direalisasikan sebelum puncak arus mudik.
Kapolres Blora, Wawan Andi Susanto, menyatakan dukungan penuh terhadap percepatan perbaikan jalan. Pihaknya juga menyiapkan Pos Pelayanan dan Pos Pengamanan dalam rangka Operasi Ketupat Candi 2026 yang akan dimulai 11 Maret.
Operasi ini tidak hanya fokus pada kelancaran arus mudik, tetapi juga menjaga situasi keamanan selama Ramadan hingga Idulfitri.
Selain itu, Kapolres meminta para Kapolsek memberikan edukasi kepada masyarakat terkait penggunaan sound system saat membangunkan sahur agar tidak mengganggu warga, khususnya lansia, bayi, dan orang sakit.
Tak hanya infrastruktur, Bupati Arief juga menyoroti kelangkaan LPG 3 kilogram yang masih dikeluhkan masyarakat. Ia meminta Dindagkop UKM memperbarui data distribusi LPG subsidi dari SPBE hingga pangkalan dan agen.

Jika terjadi lonjakan permintaan menjelang Lebaran, pemerintah daerah diminta segera mengajukan tambahan kuota agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
Rapat koordinasi ditutup dengan pembahasan kondisi harga sembako, ketersediaan energi, transportasi darat, serta kesiapan operasi pasar guna menjaga stabilitas menjelang Hari Raya Idulfitri.
Dengan sinergi lintas sektor, Pemerintah Kabupaten Blora optimistis arus mudik Lebaran 1447 H dapat berjalan aman, lancar, dan nyaman bagi masyarakat. (Riyan)













