Daerah

HNSI Desak Normalisasi Sungai Rangkui Pangkalpinang

71
×

HNSI Desak Normalisasi Sungai Rangkui Pangkalpinang

Sebarkan artikel ini

NASIONALXPOS.CO.ID, PANGKALPINANG – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kota Pangkalpinang mendesak pemerintah segera mengambil langkah serius dalam menangani masalah sedimentasi atau pendangkalan di alur Sungai Rangkui.

Kondisi tersebut dinilai semakin memprihatinkan karena berdampak langsung pada produktivitas serta keselamatan nelayan di Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Ketua HNSI Kota Pangkalpinang, Asnam Basuri, menyampaikan bahwa sedimentasi di jalur keluar-masuk kapal nelayan kini telah menghambat aktivitas melaut. Para nelayan bahkan harus menunggu air pasang untuk bisa berangkat maupun kembali ke dermaga.

“Pendangkalan alur sungai membuat akses transportasi laut menjadi terbatas. Nelayan terpaksa menyesuaikan waktu dengan pasang surut air,” ujarnya saat ditemui di kawasan Opas Indah, Kecamatan Taman Sari, Minggu (3/5/2026).

Menurutnya, persoalan ini tidak bisa dianggap sepele. Selain menghambat operasional, kondisi alur yang dangkal juga berisiko merusak kapal dan mesin akibat kandas.

“Ini bukan hanya soal efisiensi waktu, tapi juga menyangkut keselamatan. Kapal bisa rusak jika terus dipaksa melewati alur yang dangkal,” tegasnya.

Asnam menambahkan, titik sedimentasi terparah berada di sepanjang Sungai Rangkui yang menjadi jalur vital aktivitas perikanan di Pangkalpinang. Penumpukan lumpur dan sampah yang terus meningkat setiap tahun membuat pendalaman alur sungai menjadi kebutuhan mendesak.

Untuk itu, HNSI mendorong adanya koordinasi lintas sektor antara Pemerintah Kota Pangkalpinang, Pemerintah Provinsi, hingga Pemerintah Pusat agar segera melakukan normalisasi dan pengerukan sungai secara berkala.

“Nelayan sudah menghadapi tantangan biaya logistik yang tinggi dan cuaca yang tidak menentu. Jangan ditambah lagi dengan kondisi infrastruktur yang tidak memadai,” katanya.

HNSI juga berharap adanya dukungan dari pihak legislatif dan eksekutif guna mempercepat realisasi program normalisasi Sungai Rangkui, demi menjaga kelancaran aktivitas kapal nelayan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

“Harapan kami jelas, ada aksi nyata dan berkelanjutan demi mendukung ekonomi nelayan di Pangkalpinang,” pungkasnya. (Toto)

Tinggalkan Balasan