Daerah

Panen Perdana Melon Premium 4 Hektar di Lebak, Hasil Diproyeksi 30 Ton

92
×

Panen Perdana Melon Premium 4 Hektar di Lebak, Hasil Diproyeksi 30 Ton

Sebarkan artikel ini
Petani buah Melon sekaligus pengurus Kadin Banten saat memperlihatkan buah Melon Premium.

NASIONALXPOS.CO.ID, LEBAK – Kabar menggembirakan datang dari sektor pertanian Kabupaten Lebak. Petani yang tergabung dalam Garda Tani Margawana Mulya bersiap melakukan panen perdana melon premium pada pertengahan Mei 2026, setelah melalui masa tanam selama 65 hari.

Kebun melon yang berada di Kampung Margawana, Desa Cipadang, Kecamatan Cileles ini menjadi salah satu yang terbesar di Banten. Dengan luas lahan mencapai empat hektar dan populasi sekitar 30 ribu pohon, hasil panen diperkirakan menyentuh angka 30 ton.

Wakil Ketua I Kadin Banten Bidang Organisasi Tatalaksana, Agus R. Wisas, menyampaikan rasa bangganya atas keberhasilan petani lokal dalam mengembangkan komoditas melon premium.

“Ini menjadi kebanggaan bagi masyarakat Lebak, khususnya petani di Cileles. Insya Allah panen perdana akan dilaksanakan pada 11 Mei 2026,” ujarnya, Sabtu (2/5/2026).

Menurut Agus, melon premium ini memiliki nilai jual tinggi di pasaran, yakni sekitar Rp18 ribu per kilogram. Produk tersebut ditargetkan masuk ke jaringan supermarket di kota-kota besar seperti Tangerang dan Jakarta.

Ia menjelaskan, melon yang dihasilkan memiliki kualitas unggul dengan tingkat kemanisan mencapai 12 brix dan bobot rata-rata 1,5 hingga 1,8 kilogram per buah. Standar kualitas pun dijaga ketat, termasuk dari segi tampilan yang harus mulus tanpa cacat.

“Melon ini memang ditujukan untuk pasar modern, jadi kualitas dan kemasan harus benar-benar diperhatikan,” tambahnya.

Dari total 30 ribu tanaman, masing-masing pohon mampu menghasilkan dua buah melon. Proses panen akan dilakukan secara bertahap dalam dua hingga tiga kali, mengingat luasnya area kebun.

Panen perdana ini juga direncanakan akan dilakukan secara simbolis oleh Bupati Lebak.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lebak, Rahmat Yuniar, memberikan apresiasi atas keberhasilan tersebut. Ia menilai, keberadaan kebun melon premium ini mampu mendorong peningkatan ekonomi masyarakat setempat.

Hal senada disampaikan Sekretaris PWI Banten, Fahdi Khalid. Ia menyebut program ini sebagai langkah konkret dalam memperkuat sektor pertanian sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di daerah. (Red)

Tinggalkan Balasan