Tangerang Raya

Literasi Digital Warnai MPLS SMPN 2 Mauk, Relawan TIK Edukasi Bijak Bermedia Sosial

11
×

Literasi Digital Warnai MPLS SMPN 2 Mauk, Relawan TIK Edukasi Bijak Bermedia Sosial

Sebarkan artikel ini
IMG 20260715 WA0013
Ketua Relawan TIK Provinsi Banten, Taufiq, menyampaikan materi literasi digital dalam kegiatan Relawan TIK Goes to School (REGOS) pada MPLS SMPN 2 Mauk Tahun Pelajaran 2026/2027. Para murid baru dibekali pemahaman tentang etika, keamanan, dan kebijaksanaan dalam menggunakan media sosial.

NASIONALXPOS.CO.ID, KABUPATEN TANGERANG – Sebanyak 360 murid baru SMP Negeri 2 Mauk mendapatkan pembekalan literasi digital dalam kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Pelajaran 2026/2027. Kegiatan yang dikemas melalui program Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi (Relawan TIK) Goes to School (REGOS) ini mengusung tema “Literasi Digital: Sopan Santun dan Bijak Bermedia Sosial untuk Menunjang Pembelajaran yang Baik”, Selasa (14/7/2026).

Seminar interaktif tersebut menghadirkan Ketua Relawan TIK Provinsi Banten sekaligus Trainer Literasi Digital, Taufiq, yang akrab disapa Kang Taufiq. Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya literasi digital sebagai bekal utama generasi muda menghadapi pesatnya perkembangan teknologi.

Advertisement
file 00000000f95871fa8381970073c004f3
Scroll kebawah untuk lihat berita lainnya.

Menurutnya, kemampuan menggunakan teknologi tidak cukup hanya sebatas mengoperasikan perangkat digital, tetapi juga harus dibarengi dengan pemahaman mengenai etika, keamanan, budaya, dan kecakapan digital agar tidak menjadi korban kejahatan siber maupun penyebaran informasi palsu.

“Literasi digital memiliki empat pilar, yaitu Cakap Digital, Aman Digital, Budaya Digital, dan Etika Digital yang disingkat CABE. Keempatnya harus dimiliki agar masyarakat, khususnya pelajar, mampu memanfaatkan teknologi secara positif dan bertanggung jawab,” ujar Taufiq.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga sopan santun dalam berinteraksi di media sosial. Menurutnya, etika yang diterapkan di dunia nyata harus tetap dijaga ketika berada di ruang digital.

“Sopan santun dan kejujuran adalah nilai yang berlaku di mana saja, termasuk di media sosial. Kita juga harus bijak, memahami aturan, berhati-hati, kritis terhadap informasi, serta menghindari komentar negatif karena jejak digital akan selalu ada,” jelasnya di hadapan ratusan siswa baru.

Agar suasana lebih menarik, kegiatan tidak hanya diisi dengan penyampaian materi. Para peserta juga diajak mengikuti berbagai permainan edukatif, simulasi, bernyanyi, hingga menari bersama. Kang Taufiq bahkan menyiapkan beragam jajanan sebagai bentuk apresiasi bagi siswa yang aktif berpartisipasi.

Sementara itu, Kepala SMPN 2 Mauk, Rohimat, mengapresiasi kolaborasi antara sekolah dan Relawan TIK Provinsi Banten dalam memberikan edukasi kepada para murid baru.

Menurutnya, literasi digital merupakan bagian penting dalam membentuk karakter peserta didik di era digital, sejalan dengan upaya sekolah membangun budaya literasi secara menyeluruh.

IMG 20260715 WA0012
Suasana seminar interaktif literasi digital di SMPN 2 Mauk berlangsung antusias. Sebanyak 360 murid baru mengikuti edukasi mengenai sopan santun, etika digital, serta pentingnya bijak bermedia sosial sebagai bekal pembelajaran di era digital.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Relawan TIK Provinsi Banten yang telah memberikan edukasi kepada murid baru kami. Semoga melalui kegiatan ini, siswa SMPN 2 Mauk semakin cakap digital, beretika, dan mampu memanfaatkan teknologi untuk menunjang proses belajar,” kata Rohimat.

Ia menambahkan, hingga saat ini belum pernah terjadi kasus penyalahgunaan teknologi digital maupun perundungan siber (cyber bullying) di lingkungan sekolahnya. Meski demikian, pihak sekolah terus melakukan pembinaan bersama berbagai pihak agar para siswa tetap menjaga sikap dan etika, baik kepada teman, guru, maupun orang tua.

“Kami berharap kondisi yang baik ini terus terjaga. Pencegahan harus dilakukan bersama agar anak-anak tumbuh menjadi generasi yang santun, berkarakter, dan bertanggung jawab dalam menggunakan media digital,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan