Tangerang Raya

Pernikahan Adat Batak Kajen Andrico Manalu dan Ida Pakpahan Berlangsung Sakral dan Megah di Tangerang

3
×

Pernikahan Adat Batak Kajen Andrico Manalu dan Ida Pakpahan Berlangsung Sakral dan Megah di Tangerang

Sebarkan artikel ini
IMG 20260711 WA0036
(Prosesi Masuk Pengantin): Dengan penuh khidmat, Kajen Andrico Manalu, S.H. dan Ida Pakpahan, S.H. memasuki ruang pesta adat diiringi keluarga besar dan tepuk tangan para tamu undangan. Momen ini menjadi simbol dimulainya kehidupan baru sekaligus penyatuan dua keluarga besar dalam ikatan adat Batak Toba yang luhur.

NASIONALXPOS.CO.ID, TANGERANG – Prosesi Pernikahan Adat Batak yang dijalani Kajen Andrico Manalu, S.H. dengan Ida Pakpahan, S.H. berlangsung sakral, khidmat, dan penuh kemegahan di Edelweiss Wedding Hall, Karawaci, Palm Semi, Kabupaten Tangerang, Sabtu (11/7/2026). Rangkaian adat yang lengkap menjadi bukti kuat bahwa nilai-nilai budaya Batak Toba tetap dijaga dan dilestarikan di tengah kehidupan modern.

Kajen Andrico Manalu merupakan putra dari W. Mihon Manalu, S.H., M.Pd. dan Marito br. Pakpahan. Sementara itu, mempelai wanita, Ida Pakpahan, sebelumnya telah mengikuti prosesi Mangain, yakni pengangkatan marga sesuai adat Batak agar diterima secara sah dalam sistem kekerabatan adat.

Advertisement
file 00000000f95871fa8381970073c004f3
Scroll kebawah untuk lihat berita lainnya.

Pernikahan adat tersebut diawali dengan berbagai tahapan yang telah dilaksanakan jauh sebelum hari pesta. Prosesi dimulai dari Mangain, dilanjutkan Marhusip atau Patua Hata sebagai lamaran resmi yang membahas kesepakatan adat, termasuk sinamot, ulos, hingga penentuan waktu pemberkatan dan pesta adat.

Tahapan berikutnya adalah Martumpol atau pertunangan di gereja sebagai bentuk ikatan resmi kedua mempelai di hadapan jemaat. Setelah itu dilaksanakan Martonggo Raja, yakni musyawarah keluarga besar untuk mematangkan seluruh rangkaian prosesi adat yang akan berlangsung pada hari pernikahan.

Puncak pemberkatan agama dilakukan melalui prosesi Manjalo Pasu-pasu Parbagason, di mana kedua mempelai menerima pemberkatan kudus di gereja dan dinyatakan sah sebagai suami istri menurut ajaran Kristen.

Usai pemberkatan, rangkaian dilanjutkan dengan Ulaon Unjuk atau pesta adat Batak yang menjadi momen pemberian doa, restu, dan ulos dari keluarga besar kepada kedua mempelai. Dalam budaya Batak, ulos bukan sekadar kain adat, melainkan simbol kasih sayang, penghormatan, persatuan keluarga, serta harapan akan kehidupan rumah tangga yang harmonis.

Prosesi adat kemudian diteruskan dengan Ditaruhon Jual, yaitu tradisi mengantar kembali mempelai perempuan ke rumah suami setelah terlebih dahulu kembali ke rumah orang tuanya, serta ditutup dengan Paulak Une, sebagai simbol terbukanya hubungan silaturahmi antara kedua keluarga besar setelah seluruh rangkaian adat selesai dilaksanakan.

Acara pesta adat dipandu oleh protokol Bontor Manalu dengan Pasinabung Amudi Manalu, didampingi para tetua adat keturunan Toga Manalu yang memimpin jalannya prosesi sesuai tata cara adat Batak Toba.

IMG 20260711 WA0033
(Tarian Penyambutan):
Tarian adat Batak mengiringi prosesi penyambutan pengantin dalam rangkaian pesta adat Kajen Andrico Manalu dan Ida Pakpahan. Penampilan para penari menambah semarak suasana sekaligus menjadi wujud pelestarian budaya Batak Toba yang sarat makna.

Suasana pesta berlangsung meriah namun tetap sarat makna. Hadir keluarga besar kedua mempelai, mulai dari Hula-hula, Tulang, Bona Tulang, Tulang Rorobot, Hula-hula Namarhahanggi, Dongan Sahuta hingga Ale-ale yang turut memberikan doa dan restu kepada pasangan pengantin.

Sejumlah tokoh dan tamu undangan dari berbagai organisasi juga tampak menghadiri acara tersebut. Di antaranya jajaran Pengurus Parsadaan Toga Manalu & Boru se-Indonesia, Parsadaan Toga Manalu & Boru/Bere se-Banten, Parsadaan Manalu Paruma & Boru/Bere se-Jabodetabek, Parsadaan Manalu Paruma & Boru/Bere se-Tangerang Raya, jajaran KONI Provinsi Banten, HAPKIDO Tangerang, HAPKIDO Kabupaten Tangerang, HAPKIDO Jakarta Selatan, PERADI Tangerang, Panitera Muda Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Law Firm Dhipa Adista Justicia Jakarta Barat, Pengurus Partai Gerakan Rakyat Kota Tangerang, hingga DPP Gabema Tapteng dan Sibolga.

Kemegahan pesta juga semakin terasa dengan deretan karangan bunga ucapan selamat menempuh hidup baru yang memenuhi pelataran Edelweiss Wedding Hall.

IMG 20260711 WA0032
(Foto Bersama di Pelaminan):
Prosesi Ulaon Unjuk atau pesta adat Batak Toba berlangsung khidmat dan meriah di Edelweiss Wedding Hall, Karawaci, Kabupaten Tangerang. Kedua mempelai, Kajen Andrico Manalu, S.H. dan Ida Pakpahan, S.H., menerima doa, restu, serta pemberian ulos dari keluarga besar sebagai simbol kasih sayang, persatuan, dan harapan untuk membangun rumah tangga yang harmonis.

Pernikahan adat Batak bukan sekadar seremoni penyatuan dua insan, tetapi juga menjadi simbol penyatuan dua keluarga besar yang menjunjung tinggi nilai penghormatan, tanggung jawab, kebersamaan, serta pelestarian warisan budaya leluhur.

Melalui prosesi yang penuh makna tersebut, Kajen Andrico Manalu dan Ida Pakpahan tidak hanya memulai lembaran baru dalam kehidupan rumah tangga, tetapi juga menunjukkan bahwa tradisi dan budaya Batak Toba tetap hidup serta relevan untuk diwariskan kepada generasi mendatang.

Tinggalkan Balasan