Daerah

Ekspor Kopi Jambi ke Pakistan Tembus Rp18 Miliar, Ariansyah: Bukti Mendunia

20
×

Ekspor Kopi Jambi ke Pakistan Tembus Rp18 Miliar, Ariansyah: Bukti Mendunia

Sebarkan artikel ini
IMG 20260719 WA00061 scaled
Langkah besar kembali ditorehkan kopi Arabika spesialti asal Kerinci, Jambi. PT Alko Sumatra Kopi bersama para mitra dan pemangku kepentingan berkomitmen memperluas pasar internasional melalui program ekspor kopi berbasis traceability blockchain menuju Kanada.

NASIONALXPOS.CO.ID, KERINCI – Peluang pasar internasional bagi kopi asal Provinsi Jambi kembali terbuka lebar. PT Alko Sumatra Kopi resmi menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) kerja sama perdagangan dengan pengusaha asal Pakistan yang ditargetkan bernilai 1 juta dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp18 miliar dengan volume ekspor mencapai 190 ton pada 2026.

Penandatanganan MoU yang berlangsung di Kabupaten Kerinci, Sabtu (18/7/2026), turut dihadiri Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jambi, Drs. Ariansyah, M.E., mewakili Gubernur Jambi Al Haris.

Advertisement
file 00000000f95871fa8381970073c004f3
Scroll kebawah untuk lihat berita lainnya.

Hadir pula Duta Besar Pakistan untuk Indonesia Zahid Hafeez, pengusaha asal Pakistan Mr. Ameer, CEO PT Alko Sumatra Kopi Suryono, perwakilan Dinas Perkebunan Provinsi Jambi, pelaku industri kopi, asosiasi kopi, unsur pemerintah daerah, aparat keamanan, hingga perwakilan Koperasi ALKO.

Ariansyah menyampaikan apresiasi atas keberhasilan PT Alko Sumatra Kopi yang dinilai mampu memperluas pasar ekspor kopi Jambi hingga ke Pakistan. Menurutnya, capaian tersebut membuktikan kualitas kopi asal Jambi semakin diakui di tingkat global.

“Kita mengapresiasi ternyata kopi Jambi ini sangat mendunia. Beberapa waktu lalu sudah dilakukan penandatanganan MoU dengan Jepang, China, dan saat ini dengan Pakistan. Kopi Jambi ini menjadi nilai tambah bagi daerah Kerinci sekaligus bagi para petani,” ujar Ariansyah.

Ia menambahkan, Pemerintah Provinsi Jambi juga memberikan apresiasi kepada para petani serta PT Alko Sumatra Kopi yang dinilai berhasil mengembangkan usaha secara mandiri dengan tetap menjaga kualitas produk hingga mampu bersaing di pasar internasional.

“Pemerintah Provinsi Jambi mengapresiasi para petani dan PT Alko Sumatra Kopi yang secara mandiri terus bertumbuh dan berkembang,” katanya.

Sementara itu, CEO PT Alko Sumatra Kopi, Suryono, mengatakan kunjungan Duta Besar Pakistan menjadi momentum penting dalam memperkuat hubungan dagang antara Indonesia, khususnya Provinsi Jambi, dengan Pakistan di sektor komoditas kopi.

Menurutnya, kehadiran Dubes Pakistan menjadi sinyal positif bahwa kopi Kerinci memiliki peluang besar memasuki pasar Asia Selatan.

“Kedatangan Bapak Dubes Pakistan, Mr. Zahid Hafeez, ingin menyaksikan secara langsung dan memberikan dukungan bahwa pasar kopi Jambi terbuka hingga ke Pakistan,” ujar Suryono.

Ia mengungkapkan, kerja sama perdagangan tersebut ditargetkan mulai terealisasi pada 2026 dengan nilai transaksi sekitar 1 juta dolar AS atau setara Rp18 miliar, serta volume ekspor mencapai 190 ton.

Kerja sama ini diharapkan semakin memperkuat posisi kopi Kerinci sebagai salah satu komoditas unggulan ekspor Provinsi Jambi, sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas dan meningkatkan kesejahteraan petani kopi melalui perdagangan internasional.  (Fa)

Tinggalkan Balasan