Daerah

Forum Ekonomi Bisnis Jambi 2026: Sekda Sudirman Tekankan Tata Kelola Migas Berwawasan Lingkungan

30
×

Forum Ekonomi Bisnis Jambi 2026: Sekda Sudirman Tekankan Tata Kelola Migas Berwawasan Lingkungan

Sebarkan artikel ini
IMG 20260723 WA0053
Sekretaris Daerah Provinsi Jambi, Dr. H. Sudirman, SH, MH, bersama Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi, Robby Fathir Nashary, serta para narasumber dan pemangku kepentingan berfoto bersama usai pembukaan Forum Ekonomi dan Bisnis Provinsi Jambi 2026 di Swiss-Belhotel Jambi, Kamis (23/7/2026). Forum ini membahas prospek sektor energi, arah kebijakan RKAB batu bara, lifting migas, serta dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan.

NASIONALXPOS.CO.ID, JAMBI – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jambi, Dr. H. Sudirman, SH, MH, menegaskan bahwa optimalisasi sektor energi, khususnya migas dan batu bara, harus dibarengi dengan tata kelola yang baik serta memperhatikan aspek kelestarian lingkungan.

Penegasan tersebut disampaikan Sudirman usai menghadiri Forum Ekonomi dan Bisnis Provinsi Jambi Tahun 2026 yang digelar Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Provinsi Jambi di Swiss-Belhotel Jambi, Kamis (23/7/2026).

Mengusung tema “Prospek Sektor Energi Jambi: Arah Kebijakan RKAB Batubara, Lifting Migas, dan Dampaknya terhadap Ekonomi Daerah”, forum ini menjadi wadah diskusi strategis yang mempertemukan pemerintah daerah, Bank Indonesia, BPKP, organisasi perangkat daerah (OPD), akademisi, hingga pelaku usaha untuk memperkuat sinergi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan.

Menurut Sudirman, Pemerintah Provinsi Jambi menyambut baik penyelenggaraan forum tersebut sebagai langkah memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mendukung pembangunan ekonomi, khususnya di sektor energi yang menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan daerah.

“Kami berharap dukungan seluruh pemangku kepentingan dalam pengembangan sektor energi di Provinsi Jambi dapat mempercepat pembangunan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan,” ujarnya.

Ia menilai optimalisasi sumber daya alam, termasuk tata kelola batu bara dan lifting migas, memang berpotensi memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi. Namun, di sisi lain, pemerintah juga harus mengantisipasi berbagai dampak yang ditimbulkan, terutama terhadap lingkungan.

“Optimalisasi sektor migas dan batu bara tidak boleh mengabaikan aspek lingkungan. Melalui forum ini, kami berharap lahir inovasi, strategi, dan solusi untuk meminimalkan dampak kerusakan lingkungan akibat aktivitas sektor energi,” tegas Sudirman.

Lebih lanjut, ia berharap Forum Ekonomi dan Bisnis Jambi mampu melahirkan berbagai gagasan dan kemitraan strategis yang dapat memperkuat daya saing ekonomi daerah.

“Forum ini menjadi momentum penting untuk menyatukan visi, memperkuat sinergi, dan merumuskan langkah konkret dalam membangun perekonomian Jambi yang tangguh, inklusif, dan berdaya saing,” katanya.

Meski menghadapi berbagai tantangan ekonomi, Sudirman mengaku tetap optimistis terhadap prospek pertumbuhan ekonomi Provinsi Jambi pada triwulan III tahun 2026.

Menurutnya, berdasarkan hasil evaluasi pemerintah daerah bersama Bank Indonesia, pertumbuhan ekonomi Jambi masih menunjukkan tren positif meskipun inflasi berada di atas rata-rata nasional.

“Kita tetap optimistis. Pertumbuhan ekonomi Jambi masih berada di kisaran empat persen dan terus diupayakan meningkat melalui sinergi pemerintah, Bank Indonesia, perbankan, akademisi, dan dunia usaha,” jelasnya.

Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi, Robby Fathir Nashary, mengatakan forum tersebut bertujuan memperkuat pemahaman bersama mengenai perkembangan, tantangan, dan prospek perekonomian Provinsi Jambi di tengah dinamika ekonomi nasional maupun global.

“Forum ini menjadi ruang untuk bertukar gagasan dan mencari alternatif solusi terbaik melalui masukan para narasumber dan pemangku kepentingan. Hasil diskusi diharapkan menjadi rujukan dalam penyusunan kebijakan yang lebih tepat sasaran untuk menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” pungkas Robby. (fa)

Tinggalkan Balasan