Daerah

Gubernur Al Haris Apresiasi Penyerahan Murid Baru Secara Adat di SMA Negeri 1 Muaro Jambi

20
×

Gubernur Al Haris Apresiasi Penyerahan Murid Baru Secara Adat di SMA Negeri 1 Muaro Jambi

Sebarkan artikel ini
IMG 20260722 WA0003
Gubernur Jambi Al Haris menyampaikan sambutan saat menghadiri penyerahan murid baru Tahun Ajaran 2026/2027 secara Adat Melayu Jambi di SMA Negeri 1 Muaro Jambi, Selasa (21/7/2026).

NASIONALXPOS.CO.ID, MUARO JAMBI – Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos., M.H. mengapresiasi pelaksanaan penyerahan murid baru Tahun Ajaran 2026/2027 secara adat Melayu Jambi yang digelar di SMA Negeri 1 Muaro Jambi, Selasa (21/7/2026). Kegiatan tersebut dinilai sebagai inovasi pendidikan yang mampu memperkenalkan sekaligus melestarikan kearifan lokal kepada generasi muda.

Dalam sambutannya, Gubernur Al Haris menyebut tradisi penyerahan murid baru secara adat merupakan langkah positif yang patut diapresiasi. Menurutnya, kegiatan tersebut kemungkinan menjadi yang pertama di Provinsi Jambi dan bahkan berpotensi menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia.

“Ini salah satu metode pendidikan untuk memperkenalkan karya-karya lokal daerah Jambi, yaitu adat istiadat. Anak-anak yang baru masuk SMA harus sudah mengenal adat dan budaya Jambi. Ini memiliki nilai tambah bagi sekolah, khususnya SMA Negeri 1 Muaro Jambi,” ujar Al Haris.

Ia menegaskan bahwa pengenalan adat sejak dini menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter peserta didik. Dengan memahami nilai-nilai budaya dan norma adat, para siswa diharapkan mampu membedakan perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai yang berlaku di tengah masyarakat.

Sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan muatan lokal, Pemerintah Provinsi Jambi telah menyusun buku adat yang akan dijadikan modul pembelajaran di sekolah-sekolah. Penyusunan buku tersebut melibatkan Lembaga Adat Melayu Jambi, kalangan akademisi, serta sejumlah perguruan tinggi agar materi yang disajikan komprehensif dan sesuai dengan perkembangan zaman.

Selain itu, Pemprov Jambi juga berencana membangun portal atau website khusus yang memuat materi pembelajaran adat dan budaya daerah. Portal tersebut nantinya dapat diakses oleh seluruh sekolah sebagai referensi pembelajaran sekaligus media berbagi praktik baik dalam penerapan pendidikan berbasis kearifan lokal.

“Anak-anak kita harus mengetahui batasan-batasan dalam pergaulan sehari-hari, mana yang sesuai dengan adat dan mana yang tidak. Ini sangat baik untuk membangun karakter mereka,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Al Haris juga menyoroti letak strategis SMA Negeri 1 Muaro Jambi yang berada di kawasan pendidikan dan didukung dengan pembangunan infrastruktur di sekitarnya. Ia menyampaikan bahwa pembangunan jalan tol dan jembatan menuju Merlung sepanjang sekitar 67 kilometer diharapkan dapat meningkatkan konektivitas wilayah serta memperluas akses masyarakat terhadap layanan pendidikan.

Gubernur juga memberikan motivasi kepada para tenaga pendidik agar terus meningkatkan kualitas pendidikan. Menurutnya, pemerintah akan terus memberikan perhatian terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia, termasuk membuka peluang bagi tenaga pendidik untuk mendapatkan apresiasi berdasarkan kinerja yang baik.

Dalam sesi wawancara dengan awak media, Al Haris kembali menegaskan bahwa pelaksanaan penyerahan murid baru secara adat memiliki makna strategis dalam menjaga kelestarian budaya sekaligus memperkuat pendidikan karakter.

“Pemprov telah menyiapkan muatan lokal berupa pendidikan adat yang akan diajarkan di sekolah sebagai modul, agar siswa sejak dini memahami adat, norma, serta batasan-batasan sosial dan perilaku yang sesuai dengan usianya,” ungkapnya.

Ia berharap melalui pemahaman tersebut, generasi muda Jambi mampu menjaga nilai-nilai budaya, menghindari pelanggaran norma, serta menjadi pribadi yang berkarakter dan berakhlak baik.

Pada kesempatan yang sama juga dilaksanakan penandatanganan Nota Kesepakatan Bersama Stop Judi Online, pencegahan IRET (Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme), serta deklarasi harga mati menolak dan menangkap keberadaan geng motor sebagai bentuk komitmen bersama menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan kondusif.

Kegiatan berlangsung khidmat dan dihadiri pejabat Pemerintah Provinsi Jambi, Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi, tokoh adat, dewan guru, orang tua siswa, serta ratusan peserta didik baru. Acara ini diharapkan menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain dalam mengembangkan pendidikan karakter berbasis kearifan lokal di Provinsi Jambi.

Tinggalkan Balasan