Tangerang Raya

Dugaan Prostitusi Online di Rajeg Memanas, Rita Bantah Terlibat, Warga: “Masih Ada Tiga Perempuan di Kontrakan Itu”

10
×

Dugaan Prostitusi Online di Rajeg Memanas, Rita Bantah Terlibat, Warga: “Masih Ada Tiga Perempuan di Kontrakan Itu”

Sebarkan artikel ini
IMG 20260806 WA0094
Rumah kontrakan di wilayah Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang, yang disebut warga diduga menjadi lokasi praktik prostitusi online (BO). Informasi tersebut masih berupa dugaan berdasarkan laporan masyarakat dan hingga kini masih menunggu hasil penyelidikan serta keterangan resmi dari pihak kepolisian. Foto: Istimewa.

NASIONALXPOS.CO.ID, TANGERANG – Polemik dugaan praktik prostitusi online di Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang, terus bergulir. Setelah sebelumnya seorang perempuan bernama Rita memberikan hak jawab dan membantah tudingan yang beredar, kini warga kembali angkat bicara dengan menyatakan bahwa klarifikasi tersebut tidak sesuai dengan kondisi yang mereka ketahui.

Sebelumnya, nasionalxpos.co.id menerima informasi dari warga mengenai dugaan adanya sebuah kontrakan di wilayah Rajeg yang masih digunakan sebagai lokasi praktik open BO. Menindaklanjuti informasi tersebut, wartawan melakukan konfirmasi kepada Rita, yang namanya disebut oleh warga.

Advertisement
file 00000000f95871fa8381970073c004f3
Scroll kebawah untuk lihat berita lainnya.

Dalam pesan suara (voice note) yang diterima wartawan pada Minggu (3/8/2026), Rita membantah keterlibatan dirinya dalam praktik prostitusi online.

“Maaf ya bang, situ cari siapa? Salah sambung. Saya bukan cewek BO. Saya mah tukang donat, saya punya anak, punya suami. Suami saya mah penjual donat di Kecamatan Rajeg. Itu salah informasi,” ujar Rita.

Dalam voice note lainnya, Rita juga meminta wartawan mengecek akun media sosial miliknya.

“Situ cari siapa? Tau-tau kok saya dapat WA begini. Cek aja bang akun TikTok saya. Saya mah tukang donat, saya punya anak, punya suami,” katanya.

Namun, bantahan tersebut langsung mendapat respons dari seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan. Menurutnya, keterangan Rita tidak sesuai dengan apa yang diketahui warga di lingkungan tersebut.

“Pengakuan Rita itu menurut saya tidak benar. Yang saya tahu masih ada tiga perempuan di kontrakan itu yang diduga anak buahnya,” ujar warga kepada nasionalxpos.co.id.

Warga tersebut juga meminta aparat kepolisian turun langsung melakukan penyelidikan agar informasi yang berkembang di tengah masyarakat dapat dipastikan kebenarannya.

“Kalau memang merasa tidak terlibat, ya silakan dibuktikan lewat penyelidikan polisi. Biar semuanya jelas dan masyarakat juga tidak bertanya-tanya,” tambahnya.

Meski demikian, nasionalxpos.co.id belum dapat memverifikasi secara independen kebenaran klaim warga tersebut. Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Polsek Rajeg maupun Polresta Tangerang mengenai dugaan adanya praktik prostitusi online di lokasi yang dimaksud.

Pemberitaan ini merupakan bagian dari upaya menghadirkan informasi secara berimbang. nasionalxpos.co.id telah memuat hak jawab Rita dan tetap membuka ruang klarifikasi bagi seluruh pihak yang disebut dalam pemberitaan sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Masyarakat pun kini menunggu langkah aparat penegak hukum untuk menindaklanjuti laporan dan informasi yang berkembang, sehingga polemik mengenai dugaan praktik prostitusi online di wilayah Rajeg dapat diungkap berdasarkan fakta dan alat bukti yang sah.

Tinggalkan Balasan