Tangerang Raya

Keceran Cimande di Tangerang Meriah, Waketum Kesti TTKKDH Tekankan Kekompakan

0
×

Keceran Cimande di Tangerang Meriah, Waketum Kesti TTKKDH Tekankan Kekompakan

Sebarkan artikel ini
IMG 20260903 WA0048

NASIONALXPOS.CO.ID, TANGERANG – Tradisi Keceran menjadi salah satu kegiatan yang terus dilestarikan oleh masyarakat yang mengikuti aliran persilatan Cimande. Setiap memasuki bulan Maulud, berbagai padepokan Cimande di sejumlah daerah menggelar ritual Keceran yang juga dikenal sebagai tradisi tetes mata atau Lebaran Cimande.

Tradisi tersebut kembali digelar di Kabupaten Tangerang. Kali ini, Padepokan Persilatan Cimande Putera Silih Asih, DPC Kesti TTKKDH Kecamatan Cikupa, Kelurahan Sukamulya, menggelar acara Keceran pada Rabu malam, 2 September 2026.

Kegiatan berlangsung meriah dan dihadiri jajaran pengurus Kesti TTKKDH, para pesilat, anggota dari berbagai DPC di Kabupaten Tangerang serta sejumlah tamu undangan.

Turut hadir Wakil Ketua Umum Kesti TTKKDH DPP Pusat H. Maman Sulaeman, Ketua Kesti TTKKDH DPD Kabupaten Tangerang Dudin Sasmita, Wakil Ketua Kesti TTKKDH Kabupaten Tangerang Adit Batara, serta Ketua DPC Kesti TTKKDH Kecamatan Cikupa Sumarno yang menjadi tuan rumah kegiatan.

Dalam sambutannya, H. Maman Sulaeman menyampaikan salam dari Ketua Umum Kesti TTKKDH H. Wahyu Nurjamil kepada seluruh pengurus, anggota dan tamu undangan yang hadir.

Menurut H. Maman, ketidakhadiran Ketua Umum disebabkan adanya kesibukan lain sehingga dirinya mendapatkan mandat untuk menghadiri langsung kegiatan Keceran yang digelar di kediaman Sumarno atau yang akrab disapa Abah Marno tersebut.

“Pak Ketum berpesan kepada kita semua melalui saya, kita jaga kekompakan, kebersamaan dan persatuan agar kita selalu dalam satu ikatan Kesti TTKKDH, warisan leluhur kita yang mengutamakan adab, etika dan moral yang baik,” ujar H. Maman.

Ia menambahkan, ikatan dalam tradisi Cimande tidak hanya berkaitan dengan seni dan bela diri, tetapi juga mengandung nilai-nilai kehidupan, termasuk keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa, kepatuhan kepada orang tua dan penghormatan terhadap para guru.

“Karena kita diikat oleh pertaleqan Cimande yang bermuatan keimanan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Patuh kepada orang tua, para guru-guru kita serta mencintai dan saling membela sesama aliran Cimande,” ungkapnya.

H. Maman juga memberikan apresiasi terhadap penampilan anak-anak yang turut memeriahkan acara Keceran. Menurutnya, penampilan generasi muda tersebut menjadi bukti bahwa seni dan budaya Cimande masih memiliki daya tarik bagi anak-anak.

“Jujur saja saya merasa bangga dengan adik-adik kecil yang mungkin baru masuk pendidikan PAUD, tapi sangat luar biasa sekali dalam tarian Cimandenya,” tuturnya.

Ia optimistis keberadaan generasi muda yang mulai mengenal seni dan budaya Cimande sejak dini akan menjadi modal penting bagi keberlangsungan organisasi dan pelestarian budaya tersebut di masa mendatang.

“Kalau melihat seperti ini, saya yakin Kesti TTKKDH ke depan akan lebih maju dan terus berkembang,” pungkas H. Maman.

Sementara itu, Ketua Kesti TTKKDH DPD Kabupaten Tangerang Dudin Sasmita menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas kehadiran Wakil Ketua Umum Kesti TTKKDH DPP Pusat dalam kegiatan tersebut.

Dudin menilai kehadiran H. Maman Sulaeman menjadi bentuk perhatian dan dukungan terhadap kegiatan yang dilaksanakan jajaran Kesti TTKKDH di Kabupaten Tangerang.

“Saya akui kalau sosok Bapak H. Maman ini adalah sosok yang dicintai masyarakat, khususnya para pesilat yang beraliran Cimande,” kata Dudin.

Ia pun mendoakan agar H. Maman Sulaeman senantiasa diberikan kesehatan dan umur panjang sehingga dapat terus berkontribusi dalam perkembangan Kesti TTKKDH.

IMG 20260903 WA0050

Selain itu, Dudin juga menyampaikan penghargaan kepada Abah Marno selaku Ketua DPC Kesti TTKKDH Kecamatan Cikupa beserta seluruh pengurus dan anggota yang telah menyelenggarakan acara Keceran dengan meriah.

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang berkumpulnya para pesilat, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi, menjaga kekompakan serta melestarikan nilai-nilai budaya dan tradisi Cimande di Kabupaten Tangerang.

“Ini adalah suatu hal yang sangat luar biasa,” pungkas Dudin.

Kegiatan Keceran tersebut berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan. Antusiasme para anggota dan generasi muda yang ikut menampilkan seni Cimande turut menjadi warna tersendiri dalam upaya menjaga tradisi dan warisan leluhur agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman. (Adit Edi. S)

Tinggalkan Balasan