Daerah

Toko Daring Ayomall Pangkalpinang, Belanja Pemkot Makin Cepat dan Transparan

0
×

Toko Daring Ayomall Pangkalpinang, Belanja Pemkot Makin Cepat dan Transparan

Sebarkan artikel ini
IMG 20260915 WA0029
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Pangkalpinang Juhaini saat membuka Sosialisasi dan Bimbingan Teknis Belanja E-Purchasing melalui Lokapasar Toko Daring Ayomall di Balai Betason, Pangkalpinang, Sabtu (15/8/2026).

NASIONALXPOS.CO.ID, PANGKALPINANG – Pemerintah Kota Pangkalpinang mendorong pemanfaatan teknologi digital dalam proses pengadaan barang dan jasa melalui Toko Daring Ayomall. Langkah ini dinilai dapat membuat belanja pemerintah lebih cepat, transparan, efisien, sekaligus membuka peluang lebih luas bagi pelaku UMKM untuk masuk ke pasar pemerintah.

Hal tersebut disampaikan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Pangkalpinang, Juhaini, saat membuka Sosialisasi dan Bimbingan Teknis Belanja E-Purchasing melalui Lokapasar (E-Marketplace) Toko Daring Ayomall di Balai Betason, Pangkalpinang, Sabtu (15/8/2026).

Advertisement
Banner dalan konten ‎file 00000000f95871fa8381970073c004f3
Scroll kebawah untuk lihat berita lainnya.

Menurut Juhaini, pengadaan barang dan jasa pemerintah bukan hanya persoalan administratif, tetapi juga memiliki daya ungkit besar terhadap perekonomian daerah.

“Pengadaan barang dan jasa pemerintah bukan sekadar proses administratif untuk memenuhi kebutuhan perangkat daerah, tetapi memiliki daya ungkit ekonomi yang sangat besar,” ujar Juhaini.

Ia menjelaskan, belanja pemerintah dapat menjadi instrumen untuk menggerakkan dunia usaha, meningkatkan produksi dalam negeri, memperluas pasar UMKM, menciptakan lapangan kerja, serta mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Kebijakan tersebut, kata dia, sejalan dengan Peraturan Presiden Nomor 46 Tahun 2025 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah yang menekankan peningkatan penggunaan produk dalam negeri serta pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan koperasi.

Dalam regulasi tersebut, terdapat ketentuan alokasi paling sedikit 40 persen nilai anggaran belanja barang dan jasa untuk menggunakan produk usaha mikro dan kecil serta koperasi dari hasil produksi dalam negeri.

Selain itu, paket pengadaan barang, pekerjaan konstruksi, dan jasa lainnya dengan nilai pagu anggaran sampai Rp15 miliar diperuntukkan bagi usaha mikro dan kecil serta koperasi, dengan pengecualian terhadap pekerjaan yang membutuhkan kemampuan teknis yang belum dapat dipenuhi UMKM dan koperasi.

“Ini adalah peluang yang sangat besar bagi pelaku usaha di Kota Pangkalpinang. Karena itu, peluang tersebut harus kita jemput, bukan kita tunggu,” tegasnya.

Juhaini menambahkan, Toko Daring Ayomall menjadi salah satu instrumen untuk mempertemukan kebutuhan pemerintah dengan produk yang ditawarkan pelaku usaha.

Bagi pemerintah daerah, pemanfaatan lokapasar diharapkan membuat proses pengadaan lebih mudah, cepat, transparan, terdokumentasi, dan berbasis teknologi. Sementara bagi pelaku usaha, platform tersebut dapat memperluas akses terhadap pasar pemerintah.

Juhaini menekankan agar transformasi digital di lingkungan Pemkot Pangkalpinang tidak berhenti pada penggunaan aplikasi. Digitalisasi harus diikuti dengan perubahan pola kerja sehingga proses pengadaan menjadi lebih efektif dan memberikan manfaat nyata bagi pemerintah maupun pelaku usaha daerah.

Tinggalkan Balasan