NASIONALXPOS.CO.ID, BLORA – Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (Porsadin) VIII tingkat Kabupaten Blora tahun 2026 resmi dibuka Bupati Blora Dr. H. Arief Rohman di Pendopo Rumah Dinas Bupati Blora, Minggu (13/9/2026). Ajang ini menjadi wadah bagi santri Madrasah Diniyah untuk menunjukkan kemampuan sekaligus memburu prestasi di tingkat Jawa Tengah hingga nasional.
Porsadin VIII diikuti para santri dengan mempertandingkan 16 cabang lomba yang mencakup bidang akademik, seni dan olahraga. Selain berkompetisi, kegiatan tersebut menjadi sarana untuk mengembangkan sportivitas, kreativitas, kepercayaan diri serta bakat para santri.
Bupati Arief Rohman mengapresiasi pelaksanaan Porsadin yang dinilainya memiliki peran penting dalam membentuk generasi Blora yang cerdas, berakhlak dan berintegritas. Ia berharap para juara dari tingkat kabupaten dapat melanjutkan perjuangan hingga tingkat provinsi dan nasional.
“Semoga melahirkan anak-anak kita yang berprestasi, berakhlak, generasi yang cerdas dan berintegritas. Semoga dari Porsadin tingkat kabupaten ini bisa maju ke tingkat provinsi dan mengukir prestasi di tingkat nasional,” ujar Arief.
Menurut Ketua DPC Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kabupaten Blora Cuk Suwartono, Porsadin digelar setiap dua tahun sekali. Kegiatan ini tidak hanya menjadi kompetisi, tetapi juga media untuk menggali potensi dan bakat santri Madrasah Diniyah.
Ia menyebut, pada Porsadin sebelumnya tahun 2024, perwakilan Blora bahkan berhasil melaju hingga tingkat nasional dan meraih juara II.
“Mudah-mudahan nanti ada yang dapat mewakili Jawa Tengah berlaga di tingkat nasional. Porsadin Jawa Tengah nanti akan dilaksanakan tanggal 9 Oktober di Kabupaten Tegal,” kata Cuk.
Arief juga menegaskan dukungan Pemkab Blora terhadap keberadaan Madrasah Diniyah dan TPQ akan terus dilakukan. Menurutnya, pendidikan keagamaan memiliki peran besar dalam membentuk kemampuan dan karakter anak-anak di Kabupaten Blora.
Sementara itu, Anggota DPR RI Eva Monalisa memberikan apresiasi terhadap sinergi Pemkab Blora dan FKDT dalam mendukung pendidikan keagamaan. Ia menilai Porsadin bukan sekadar perlombaan, tetapi juga momentum menunjukkan potensi santri sekaligus menjaga tradisi keagamaan.
“Porsadin ini bukan hanya lomba, ini adalah bukti bahwa Blora adalah gudangnya santri berprestasi,” ungkap Eva.
Dalam kesempatan tersebut, Eva Monalisa juga memberikan dukungan berupa uang pembinaan sebesar Rp20 juta kepada FKDT Kabupaten Blora. Ia berkomitmen terus menyuarakan aspirasi Madrasah Diniyah di tingkat nasional.
Pembukaan Porsadin VIII tingkat Kabupaten Blora kemudian ditandai dengan pernyataan resmi Bupati Arief Rohman yang menyatakan kegiatan tersebut dibuka.
Dengan 16 cabang lomba yang dipertandingkan, Porsadin VIII Blora diharapkan mampu melahirkan santri-santri berprestasi yang tidak hanya mengharumkan nama daerah, tetapi juga mampu bersaing hingga tingkat nasional.













