NASIONALXPOS.CO.ID, GIANYAR –
Puluhan warga Muslim Gianyar yang didominasi emak-emak antusias ikuti sosialisasi produk Pegadaian Syariah bernama Arrum Haji dan Tabungan Emas berkolaborasi dengan yayasan TPQ (Taman Pendidikan Al-Qur’an) Al Mansur Buruan, di Bali United kafe. Sabtu, (26/9/2026) pukul 13.30 Wita.
Kepala yayasan TPQ Al Mansur Buruan, Yeni Rahmawati akrab disapa Bunda Yeni mengatakan bahwa TPQ Al Mansur mempunyai keinginan dan harapan besar kepada warga muslim Gianyar yang belum berhaji agar mendapatkan kesempatan dan edukasi serta mekanisme pembiayaan ibadah haji melalui pegadaian syariah.
“Besar harapan kami bagi keluarga yang belum berhaji agar Bisa mendapat informasi dan edukasi bagaimana mekanisme pembiayaan ibadah haji yang selama ini masih banyak yang belum mengetahui atau merasa khawatir tentang anggaran biaya ibadah haji,” ujar Bunda Yeni.
Bunda Yeni juga menyampaikan alasan kolaborasi pegadaian syariah dengan TPQ Al Mansur karena pegadaian syariah mempunyai produk pembiayaan ibadah haji bernama Arrum Haji.
Foto: Uchan untuk Nasionalxpos
Senada dengan Bunda Yeni, Kepala Pegadaian Syariah cabang Gatot Subroto Denpasar, Astoetiek Prasejowati menyampaikan bahwa program Arrum Haji merupakan produk pembiayaan pegadaian yang ditujukan untuk membantu masyarakat dalam mempersiapkan pendaftaran ibadah haji sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Melalui produk ini, masyarakat dapat memiliki alternatif untuk merencanakan kebutuhan dana haji secara lebih terstruktur dengan mekanisme pembayaran dengan secara angsuran,” ujar Toetiek
Lebih lanjut Toetiek mengatakan bahwa tujuan dari Arrum Haji adalah memberikan kemudahan bagi masyarakat yang memiliki keinginan untuk menunaikan ibadah haji agar dapat mulai melakukan persiapan sejak dini.
“Dengan perencanaan yang baik, masyarakat dapat mempersiapkan kebutuhan haji secara bertahap sesuai kemampuan dan dengan ketentuan yang berlaku,” lanjutnya.

Selain produk Arum Haji, kata Toetiek, ada produk Pegadaian bernama Tabungan Emas di mana merupakan layanan yang memungkinkan masyarakat memiliki emas melalui proses menabung secara bertahap.
“Masyarakat tidak harus membeli emas dalam jumlah besar sekaligus, karena pembelian dapat dilakukan sesuai kemampuan dan kemudian tercatat dalam saldo emas,’ tambahnya.
Kedua produk tersebut memiliki tujuan yang berbeda, namun sama-sama mengedepankan perencanaan keuangan yang terarah dan dilakukan sejak dini. Arrum Haji berfokus pada persiapan kebutuhan ibadah haji, sedangkan Tabungan Emas berfokus pada pembentukan aset melalui emas.
“Melalui produk-produk tersebut, Pegadaian berupaya memberikan akses layanan keuangan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan masyarakat, sehingga masyarakat dapat lebih mudah merencanakan berbagai tujuan keuangannya,” tandas Toetiek. (Uchan)















