NASIONALXPOS.CO.ID, PANGKAL PINANG – Wakil Wali Kota Pangkal Pinang, Dessy Ayutrisna, menegaskan bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam memperkuat keluarga, menggerakkan masyarakat, hingga mendukung pembangunan daerah. Ia juga mengajak kaum perempuan aktif menjaga kebersihan lingkungan demi mewujudkan Pangkal Pinang sebagai kota yang bersih dan hebat.
Pesan tersebut disampaikan Dessy saat menghadiri perayaan HUT ke-41 Komisi Wanita Badan Kerja Sama Gereja-Gereja (BKSG) Kota Pangkal Pinang di Grand Safran Hotel, Senin (21/9/2026).
Menurut Dessy, peringatan HUT ke-41 bukan sekadar seremoni, melainkan momentum untuk memperkuat iman, kepedulian sosial, dan kontribusi perempuan dalam kehidupan bermasyarakat.
“Ketika perempuan kuat, maka keluarga kuat. Ketika keluarga kuat, masyarakat juga kuat. Dan ketika masyarakat kuat, pembangunan daerah juga semakin kuat,” ujarnya.
Perempuan, lanjut Dessy, tidak lagi sekadar menjadi pendamping atau pelengkap, tetapi harus mengambil peran sebagai penggerak, subjek pembangunan, sekaligus sumber inspirasi bagi lingkungan sekitarnya.
Ia juga meminta dukungan Komisi Wanita BKSG untuk membantu Pemerintah Kota Pangkal Pinang mengatasi persoalan sampah. Menurutnya, menjaga kebersihan kota bukan hanya tugas petugas kebersihan, tetapi membutuhkan kesadaran dan keterlibatan seluruh masyarakat.

Dessy menyoroti kebiasaan membuang sampah sembarangan, termasuk di lahan kosong. Karena itu, ia mengajak organisasi perempuan menjadi teladan, mengedukasi masyarakat, serta saling mengingatkan untuk menjaga lingkungan.
“Saya mohon bantuan dari organisasi ini untuk membantu pemerintah bersama-sama. Kita bisa menjadi agen, menjadi contoh, dan saling mengingatkan untuk membangun kota kita tercinta agar menjadi kota yang bersih,” katanya.
Selain mendorong peran perempuan dalam pembangunan dan kebersihan lingkungan, Dessy mengapresiasi kontribusi BKSG Komisi Wanita dalam memperluas kasih dan persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat.

Ia menegaskan, perbedaan bukanlah penghalang, melainkan kekuatan yang harus dirawat bersama demi kemajuan daerah.
“Pangkal Pinang adalah rumah bersama. Perbedaan bukan menjadi penghalang, tetapi justru menjadi kekuatan,” pungkasnya.















