NASIONALXPOS.CO.ID, MATARAM – Rumah sakit (RS) milik Pemprov NTB menjadi holding, efektif berlaku tahun ini. Ini diharapkan bisa meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, sekaligus mendukung penyelenggaraan MotoGP.
”Yang terpenting tentu pelayanan untuk masyarakat,” kata Direktur RSUP NTB dr H Lalu Herman Mahaputra.
Holding RS menjadi keinginan dari gubernur dan wakil gubernur NTB. Sistem ini lazim dikenal di sektor swasta, sehingga menjadi barang baru untuk pemerintahan. Namun, bukan berarti tidak ada pola holding yang dilakukan pemerintah.
”Contohnya di BUMN Pertamina, itu sudah lama holding,” ujar Jack, sapaan karibnya.
Ada lima RS milik pemprov, yakni RSUP NTB, RS Jiwa Mutiara Sukma, RS HL Manambai Abdul Kadir, RS Mata Mataram, dan RSUD Mandalika. Dari kelimanya, RSUP NTB menjadi induk dan empat RS lainnya menjadi anggota.
Dalam sistem ini, sebagai direktur RSUP NTB, Jack diamanatkan menjadi kepala holding. Empat RS lain tetap memiliki direktur masing-masing. Meski nantinya mereka masuk dalam struktural di RSUP NTB dan sejajar dengan para wakil direktur.
Sebagai kepala holding RS, Jack bisa melakukan intervensi dan evaluasi. Tapi bukan pada ranah pengelolaan RS sebagai BLUD. Intervensi berkaitan dengan perubahan perilaku pelayanan RS. Juga berupaya agar terjadi peningkatan kapasitas RS milik Pemprov NTB.
Masing-masing direktur RS yang menjadi anggota holding, akan mempresentasikan apa saja rencana kerja tahun ini. Setiap kebutuhan akan dinilai kelayakannya, sehingga output pelayanan menjadi jelas.
”Termasuk nanti akan ada pendampingan kegiatan yang ada di sana,” jelas Jack.
Anggota RS Holding bertanggung jawab untuk melaporkan kepada kepala holding. Kemudian Jack nantinya melaporkan seluruh kegiatan dan progres holding kepada gubernur dan wakil gubernur NTB.
Gubernur, kata Jack, memberi penekanan agar seluruh RS milik pemprov bisa meningkat pelayanannya. Agar terjadi pemerataan pelayanan kesehatan, tidak saja di Pulau Lombok tapi juga Pulau Sumbawa.







