oleh

Anggota Komisi III DPRD Kota Tangerang Minta PDAM TB Terbuka Soal Tarif Pelanggan

-Daerah-136 views

NASIONALXPOS.CO.ID, KOTA TANGERANG – Anggota Komisi III DPRD Kota Tangerang, Fauzan Manafi Albar meminta pihak PDAM Tirta Benteng (TB) mengevaluasi tarif pelanggan. Pasalnya kata dia, banyak masyarakat (pelanggan.red) meradang karena tagihan pengunaan air bersih itu dianggap mahal.

Menurut Fauzan, seharusnya pihak PDAM TB bersedia memilah tagihan tarif pelanggan yang tertunda pada bulan-bulan sebelumnya.

Sehingga pembayarannya tidak terkesan menjadi mahal. Terlebih bagi pelanggan yang sudah dialihkan dari PDAM Tirta Kerta Raharja (TKR) Kabupaten Tangerang ke PDAM TB Kota Tangerang.

“Memang ada keluhan beberapa warga terkait penagihan di masa pandemi, karena kesulitan pegawainya ketika ingin mendata meteran dan memang tidak memungkinkan membaca langsung pada saat itu. Maka, hingga akhirnya pelanggan sendiri yang melaporkan jumlahnya ke PDAM TB melalui nomor tertentu,” ucap wakil rakyat dari Fraksi PPP-PAN ini, Jumat (12/11/2021)

Fauzan menilai pencatatan meteran yang ke rumah rumah pelanggan masih kurang efektif, sehingga menimbulkan akumulasi pembayaran dari bulan ke bulan berikutnya.
Selain itu, kepada petugas diharapkan harus betul-betul membaca meteran pemakaian oleh pelanggan.

“Nah, kalau menjadi akumulasi, otomatis tagihannya tinggi, karena tarifnya berskala, misalnya 0-5 meter kubik itu ada nilai tagihannya dan itu bervariasi,” ujarnya.

“Nah, penagihannya harus betul-betul sesuai pemakaian, kalau dirasakan berat pembayarannya, coba cek lagi apakah ada kesalahan pembacaannya. Selain itu, harus disosialisasikan tarif PDAM Tirta Benteng per meter kubiknya berapa,” sambung Fauzan menambahkan.

Fauzan tidak menampik adanya potensi kesalahan pembacaan meter saat masa-masa transisi dari PDAM TKR ke PDAM TB.

“Oleh karenanya, agar tidak ada yang dirugikan, harus betul-betul dihitung dan memberi tahu tarif yang ada di PDAM Tirta Benteng.

Sementara terkait hal tersebut, saat dikonfirmasi Humas PDAM TB
belum bisa dihubungi. (Acong)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed