Kekhawatiran tersebut bukan tanpa alasan, pasalnya menurut para pedagang kejadian tragedi berdarah yang disertai dengan pengerusakan dan penjarahan tersebut sebelumnya sudah dilaporkan, namun kurang mendapat respon positif dari aparat penegak hukum sehingga bentrokan tidak dapat dihindari.
“Saya meminta/ memohon perlindungan / bantuan kepada Polres dan Polsek, Babinsa Pasar Kemis melalui WA,” tulis Priyanto salahseorang perwakilan pasar dalam surat terbukanya.
AdvertisementScroll kebawah untuk lihat berita lainnya.
Dalam surat terbukanya tersebut, Priyanto bahkan sempat memberikan informasi titik berkumpul para preman yang melakukan penyerangan pada tragedi berdarah itu.
“Balok-balok, kayu-kayu dan lemparan batu-batu sehingga kami masyarakat pedagang banyak terluka dan selanjutnya mereka menghancurkan meja-meja lapak dan merusak kios-kios serta penjarahan barang-barang dan uang milik masyarakat pedagang pasar narmun aparat keamanan, polisi dan TNI tidak ada satupun di lokasi saat kejadian untuk melindungi kami masyarakat pedagang,” tukasnya. (Red)












