by

Kota Piagam Bagi Sang Doktor Pancasila

Oleh: Sumantri Hasan Pemerhati Kebijakan Publik

Tuisan ini menanti jawaban Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan setelah memenangkan putusan Mahkamah Agung pada gugatan lahan reklamasi vis a vis Pemprov DKI Jakarta.

*Pekerjaan Rumah pembangunan Kota Piagam (Charter Cities)*

Rekonsiliasi adalah jalan damai (comes to terms) yang diusung Prof Jimly, penting direspons rezim now. Suka tidak suka, mau tidak mau ada kandidat doktor pengkaji Pancasila patut diberi amanah oleh Gubernur DKI Jakarta pada lahan yang tidak bertuan.

Dialah H M Rizieq Shihab. Studinya yang terlunta-lunta di Malaysia dalam disertasi mengkaji falsafah hidup negara, Pancasila sangat menarik. Guna meraih gelar doktor.

Terlacak di jejak digital seorang etnis Tionghoa Lieus Sungkharisma dkk urunan untuk menyelamatkan studi sang kandidat doktor.

Satu solusi praktis, jika rezim now masih “alergi” memulangkannya. Ada baiknya difasilitasi Anies Baswedan dalam kewenangannya pada Pulau C dan D yang tidak bertuan itu untuk menerapkan satu konsep yang bisa dipertimbangkan. Yaitu, Kota Piagam.

Ujilah kandidat doktor itu dalam satu wilayah tandus yang mubazir di lokasi Blok C dan Blok D tanah reklamasi menerapkan Pancasila dan konstitusi negara ini secara murni dan konsekwen.

Kota Piagam, adalah international best practice yang akan direpons alumni 212 yang rindu padanya. Sang doktor yang terasing itu biarkan berkreasi dalam ketokohan dan kepakarannya tentang apa dan bagaimana Pancasila yang dimaksud para pendiri bangsa.

Rezim akan mendapatkan manfaat besar dengan usulan ini. Bukan rekonsiliasi tanpa isi seperti Prof Jimly usulkan. Tapi cetak biru untuk bertindak dalam koridor NKRI.

Sang doktor bisa langsung ditunjuk dan menjadi gubernur baru di kota piagam. Persaingan sehat dan dinamis kita mulai dalam gagasan dan konsepsi cerdas. Bukan tuduhan pamer kekuatan.

Sekali lagi, usul ini international best practice. NKRI harus ada  _sparing patner_  sistem nilai apa yang mau dibangun tentunya yang rahmatan lil alamin. Ada banyak konseptor cerdik pandai di sini.

Pada akhirnya kita akan tercerahkan kemampuan sang doktor bagaimana sebuah Kota dikelola, tanpa makian dan kata kata kasar. Bagi yang masih alergi tentu terhibur anggaplah sang doktor dalam satu “penjara besar” bernama Kota Piagam. Inilah rekonsiliasi yang win-win solution.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed