by

LSM KAMPAK-RI Soroti Pembangunan Drainase di Jalan Lembang

-Daerah-324 views

NASIONALXPOS.CO.ID, BEKASI – Proyek Pembangunan Saluran Drainase, di jalan Lembang, Desa Karang Patri, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi diduga tidak mengikuti anjuran teknis saat proses kegiatan berlangsung mutu dan kualitas jadi pertanyaan.

Pasalnya, saat kegiatan Pembangunan Saluran Drainase berlangsung kali tidak dikeringkan dahulu, dan terlihat tidak adanya galian pondasi sebagai penguat dasar bangunan, hal ini bisa menurunkan mutu dan kualitas sebuah bangunan,

Yusuf supriatna Ketua Bidang Investigasi divisi DPN LSM KAMPAK-RI (Lembaga Swadaya Masyarakat Komite Anti Mafia Peradilan dan Korupsi Republik Indonesia) mengatakan kepada awak media “Hasil Investigasi dilokasi pekerjaan jauh dari spesifikasi, terlihat tidak dilakukan penggalian pondasi awal, yang bisa mengurangi volume suatu bangunan, tidak adanya cerucuk bambu, menggunakan pasir kualitas dibawah standar, proses pengerjaan saluran air tersebut masih tergenang air,

“bilamana suatu pekerjaan proyek yang di biayai oleh uang negara, hasilnya tidak sesuai dengan (RAB) dan merugikan pemerintah, penegak hukum dalam hal ini harus bertindak tegas jika sudah ada hal yang menyimpang dalam penggunaan Uang Negara.

Lanjut yusuf “kami pun meminta ketika awal kegiatan yang udah dimulai dan sudah cukup panjang tidak adanya pondasi bawah tidak digali pada saat dikerjakaan dalam keadaan banjir pas ke lokasi kegiatan, dan harus melakukan evaluasi ulang untuk segera dibangun ulang agar bangunan mencapai mutu dan kualitas yang di harapkan.

Ditempat terpisah awak media mencoba menghubungi pengawas kegiatan Via whatsAPP, Haji Kobul menjawab saya sudah suruh memasang papan proyek dan kegiatan harus sesuai spesifikasinya dan sudah mengarahkan dan tidak didengar nanti kegiatannya akan saya potong. Ucap pengawas

Ke esokan harinya setelah ada teguran dari pengawas kegiatan, dilakukan galian dan melakukan mengguras air sampai kering dengan mesin pompa, memasang papan kegiatan. Kamipun mendatangi kelokasi kegiatan belum dilakukan pembongkaran yang awal pertama yang sudah dikerjakan dan menata ulang, hanya sisanya saja yang belum dikerjakan sesuai dengan arahan pengawas.

Ketika pengawas tidak ada dilokasi kegiatan yang sedang berjalan terpantau masih banjir, kami pun mengambil foto dan video kegiatan untuk bukti ke pengawas dan mengirim foto dan video via whatsAPP, pengawas pun geram lihat bukti kiriman dah nanti kita potong bang kerjaannya. Ungkap  pengawas

(Pirman).

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed