Kesuksesan pengembangan wisata ini tak lepas dari kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan Pertamina EP Papua Field, BKSDA, hingga organisasi konservasi seperti Fauna & Flora International. Sinergi tersebut mendorong pertumbuhan ekonomi desa, sekaligus melindungi kearifan budaya dan kelestarian lingkungan.
Meski banyak prestasi telah diraih, Manase mengungkapkan masih ada tantangan besar yang dihadapi warganya, seperti minimnya infrastruktur dasar.
“Kami masih membutuhkan akses jalan yang layak, jaringan internet yang stabil, dan pasokan air bersih. Kami berharap pemerintah pusat dan daerah lebih memberi perhatian agar pembangunan wisata berkelanjutan bisa optimal,” tegasnya.
Kehadiran Manase Fami dalam Media Gathering Pertamina 2025 menegaskan pentingnya peran local hero dalam membangun Indonesia dari pinggiran. Kisahnya menjadi bukti bahwa desa adat bisa menjadi kekuatan ekonomi dan budaya bila dikelola secara inklusif dan berkelanjutan. (Riyan)






