Peristiwa

Pesawat Sky Ranger Jatuh di Blora, Puing Masih Dijaga Polisi

15
×

Pesawat Sky Ranger Jatuh di Blora, Puing Masih Dijaga Polisi

Sebarkan artikel ini
IMG 20260907 WA0008
Petugas memasang garis polisi dan mengamankan lokasi jatuhnya pesawat Sky Ranger di lahan tembakau warga, Dukuh Banjarmlati, Desa Sarimulyo, Kecamatan Ngawen, Blora. TKP ditetapkan berstatus quo untuk kepentingan pemeriksaan lebih lanjut.

NASIONALXPOS.CO.ID, BLORA – Puing-puing pesawat aerosport jenis Fixed Wing Sky Ranger yang jatuh dan terbakar di lahan tembakau milik warga di Dukuh Banjarmlati, Desa Sarimulyo, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora, hingga Minggu (6/9/2026) malam masih dibiarkan di lokasi kejadian.

Polisi menetapkan lokasi kecelakaan sebagai tempat kejadian perkara (TKP) dalam status quo. Garis pengaman dipasang di sekitar lokasi dan akses warga dibatasi secara ketat untuk menjaga kondisi TKP tetap utuh sebelum pemeriksaan lanjutan dilakukan.

Kapolres Blora AKBP Inggal Widya Perdana mengatakan, kepolisian telah melakukan olah TKP setelah menerima laporan kecelakaan pesawat tersebut.

“Kami sudah melaksanakan olah TKP dan melaksanakan status quo untuk berkoordinasi lebih lanjut dengan pihak-pihak yang berkompeten,” kata AKBP Inggal saat berada di lokasi kejadian.

Pesawat tersebut diketahui jatuh setelah pilot dilaporkan berupaya melakukan pendaratan darurat ketika mengalami gangguan mesin saat melintas di wilayah udara Kabupaten Blora.

Namun, upaya pendaratan darurat tidak berjalan sebagaimana yang diharapkan. Pesawat akhirnya jatuh di tengah lahan tanaman tembakau dan terbakar.

Benturan dan kebakaran menyebabkan badan pesawat mengalami kerusakan berat. Sejumlah bagian pesawat yang hangus masih terlihat berserakan di sekitar titik jatuh.

Kondisi tersebut sontak menarik perhatian masyarakat. Warga sempat berdatangan ke lokasi untuk melihat langsung pesawat yang mengalami kecelakaan.

Polisi kemudian melakukan pengamanan dan meminta warga menjauh dari area jatuhnya pesawat. Selain alasan keselamatan, pembatasan tersebut diperlukan untuk mencegah perubahan kondisi TKP yang dapat mengganggu proses pemeriksaan.

Kapolres Blora menegaskan, puing-puing pesawat untuk sementara masih berada di lokasi sambil menunggu koordinasi mengenai proses evakuasi.

“Kami sudah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk puing-puing ini. Sambil menunggu kapan mau dievakuasi, kami buat status quo dulu,” ujar AKBP Inggal.

Status quo menjadi langkah penting dalam penanganan kecelakaan pesawat karena kondisi puing dan posisi bagian pesawat dapat menjadi bagian dari bahan pemeriksaan untuk mengungkap penyebab kecelakaan.

Hingga Minggu malam, sejumlah personel kepolisian masih berjaga di sekitar lokasi. Warga juga tidak diperkenankan mendekati puing-puing pesawat yang terbakar.

Polisi belum menyimpulkan penyebab pasti kecelakaan tersebut. Dugaan gangguan mesin masih menjadi informasi awal berdasarkan keterangan awak pesawat dan membutuhkan pemeriksaan teknis lebih lanjut.

Menurut AKBP Inggal, dari keterangan awal yang diperoleh, pilot dan copilot menyampaikan bahwa pesawat sempat mengalami masalah pada bagian mesin sehingga pilot mengambil keputusan untuk melakukan pendaratan darurat di wilayah Kecamatan Ngawen.

“Namun keterangan dari pilot atau copilot itu sempat ada trouble di mesin sehingga harus melaksanakan pendaratan darurat di Kecamatan Ngawen ini,” jelasnya.

Dengan kondisi TKP yang masih dipertahankan, penyebab pasti jatuhnya Sky Ranger kini masih menjadi perhatian. Pemeriksaan teknis oleh pihak yang berkompeten diperlukan untuk memastikan rangkaian kejadian, kondisi pesawat sebelum jatuh, serta faktor yang menyebabkan upaya pendaratan darurat tersebut berakhir dengan kecelakaan.

Sementara itu, dua awak pesawat dilaporkan selamat. Pilot dan copilot telah mendapatkan penanganan medis dan disebut hanya mengalami luka ringan.

Hingga proses pemeriksaan dan evakuasi dilakukan, polisi memastikan area kecelakaan tetap diamankan. Puing-puing Sky Ranger juga masih berada di tengah lahan tembakau warga dan belum dipindahkan dari lokasi.

Tinggalkan Balasan