Lalu kata Radius, yang akan menjadi pertimbangan utama untuk mewujudkan koalisi dukungan ini, adalah suara rakyat yang berafiliasi pada setiap partai itu sendiri.
“Disadari atau tidak, ada sejumlah besar suara pemilih telah terinternalisasi pada setiap partai peserta pemilu, sebelumnya. Dimana akumulasi dari suara itulah yang menjadi tolok ukur untuk didapatinya kursi parlemen itu oleh partai,” ungkap mantan anggota DPRD Provinsi Papua itu.
Dengan demikian, stigma bahwa dinamika partai non parlemen tak jadi perhatian, akan beralih menjadi partai yang sangat diharapkan.
Ingat, dengan proses one man-one vote hari ini, maka nilai satu tusukan pemilih, tentunya amat menentukan capaian akhir dari setiap pasangan kandidat dari partai pengusung itu sendiri.
“Saya ingin menyampaikan, marilah bersinergi untuk memenuhi harapan pemilih. Itulah politik sebagai sebuah kesejatian pilihan dalam menentukan arah dan gagasan masa depan, pada setiap tingkatan pemerintahan daerah ini,” tutupnya.












