Daerah

Ratusan Warga Bangli Meriahkan HUT Partai Golkar ke-61, Nyoman Budiada: Golkar Hadir Untuk Masyarakat

442
×

Ratusan Warga Bangli Meriahkan HUT Partai Golkar ke-61, Nyoman Budiada: Golkar Hadir Untuk Masyarakat

Sebarkan artikel ini
Screenshot 20251026 150454 WhatsApp
Foto: Uchan untuk nasionalxpos.co.id

NASIONALXPOS.CO.ID, BANGLI – Antusiasme ratusan warga Bangli terlihat jelas saat mengikuti kegiatan donor darah dan pemeriksaan kesehatan gratis yang digelar DPD Partai Golkar Kabupaten Bangli dalam rangka memperingati HUT Partai Golkar ke-61. Minggu (26/10/2025) pukul 09.30 Wita di Kantor DPD Golkar Bangli, Jalan Merdeka 77A, Bebalang, Bangli.

Ketua DPD Golkar Bangli, I Nyoman Budiada, mengatakan kegiatan sosial ini merupakan bentuk kepedulian partai terhadap masyarakat Bangli.

Advertisement
file 00000000f95871fa8381970073c004f3
Scroll kebawah untuk lihat berita lainnya.

“Kami ingin Golkar hadir bukan hanya lewat program politik, tetapi melalui tindakan nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya.

Sebanyak 400 warga mengikuti kegiatan tersebut, terdiri atas pendonor darah, peserta pemeriksaan kesehatan, dan penerima sembako. Golkar Bangli menggandeng petugas medis dan PMI dalam pelaksanaan donor darah, sekaligus memastikan pelayanan kesehatan berjalan lancar.

Budiada menambahkan, kegiatan ini merupakan rangkaian HUT Partai Golkar yang sebelumnya diawali dengan ziarah dan tabur bunga di makam pahlawan Desa Panglipuran sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa para pejuang bangsa dan tokoh partai Golkar.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, I Nengah Darsana, menyebut kegiatan ini merupakan bagian dari instruksi DPP Partai Golkar agar seluruh jajaran di daerah melaksanakan kegiatan yang memberi dampak langsung bagi masyarakat.

“Kegiatan ini kami kemas sederhana, tapi penuh makna. Partisipasi masyarakat menjadi bukti bahwa Golkar masih dekat di hati rakyat,” ujarnya.

Screenshot 20251026 150507 WhatsApp
Foto: Uchan untuk nasionalxpos.co.id

Saat ditanya awak media isu yang berkembang di kabupaten Bangli, salah satunya tentang wacana keberadaan kapal wisata di danau Batur, Ia menyebut bahwa pihaknya belum menolak maupun menyetujui, karena masih dalam tahap perencanaan. Namun dirinya menekankan pentingnya kajian mendalam agar tidak menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan dan masyarakat setempat.

“Kami masih melihat dulu. Karena kapal pesiar ini belum beroperasi, kita harus pastikan jangan sampai operasionalnya justru merugikan masyarakat lokal, baik dari sisi lingkungan, ekosistem Danau Batur, maupun perekonomian warga,”lanjutnya.

Menurut Darsana, proyek tersebut harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat lokal, baik dalam bentuk tenaga kerja maupun peningkatan ekonomi.

“Jangan sampai 90 persen tenaga kerja justru diambil dari luar Bangli dengan alasan SDM lokal tidak memenuhi standar. Begitu pula kebutuhan kapal seperti bahan makanan dan restoran, seharusnya bisa disuplai dari hasil pertanian masyarakat Bangli sendiri,” tegasnya.

Screenshot 20251026 150454 WhatsApp
Foto: Uchan untuk nasionalxpos.co.id

Selain proyek kapal pesiar, ia juga menyinggung maraknya toko modern seperti minimarket berjejaring nasional yang dinilai belum sepenuhnya patuh terhadap Perda Nomor 5 Tahun 2016 tentang Penataan Pasar Tradisional dan Toko Modern.

“Banyak toko modern yang tidak mempekerjakan tenaga kerja lokal sesuai perda, dan tidak menyediakan ruang bagi produk-produk lokal Bangli. Ini jelas melanggar aturan,” tandasnya.

Menurutnya, instansi teknis seperti Dinas Perdagangan, Bagian Hukum, dan Satpol PP tidak boleh ragu menegakkan Perda meskipun izin operasional toko-toko tersebut sudah dikeluarkan secara online melalui sistem OSS.

“Perizinan bukan alasan untuk melanggar perda. Pemerintah daerah tetap punya kewenangan untuk menindak jika pelaku usaha tidak mempekerjakan tenaga kerja lokal atau tidak memberi ruang bagi produk daerah,” ujarnya.

Legislator itu menutup dengan mengingatkan bahwa modernisasi ekonomi tidak boleh mengorbankan masyarakat kecil.

“Kita tidak anti terhadap investasi atau toko modern. Tapi jangan sampai kemajuan itu membuat masyarakat Bangli tersingkir di tanahnya sendiri,” pungkasnya. (Uchan)

Tinggalkan Balasan