Daerah

Stop Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak

1042
×

Stop Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak

Sebarkan artikel ini
FB IMG 16063763072851682

NASIONALXPOS.CO.ID, LUBUKLINGGAU – Staf Ahli Wali Kota Bidang Politik Hukum dan Pemerintahan , Kgs Effendi Feri memimpin rapat koordinasi penanganan, pencatatan dan pelaporan kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Kegiatan ini diadakan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Lubuklinggau (DP3APM), di Op Room Dayang Torek, Kamis (26/11/2020).

Advertisement
file 00000000f95871fa8381970073c004f3
Scroll kebawah untuk lihat berita lainnya.

FB IMG 16063763434128745

Dalam arahaannya Staf Ahli menyampaikan kegiatan ini bertujuan untuk menurunkan aksi kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kota Lubuklinggau. “Stop kekerasan terhadap perempuan dan anak sekarang juga,” ajaknya.

Mengenai penanganan dan pembinaan terhadap anak jalanan dilakukan oleh Dinas Sosial, sedangkan untuk sekolah sudah ada guru BP untuk pembinan dan pemulihan anak . Apabila ada masalah mental akan diserahkan kepada psikolog.

Menurutnya, terhadap kasus kekerasan, jika dapat diselesaikan di tingkat kelurahan dan pemangku adat, tak perlu dibawa ke proses hokum, tapi bila tidak bisa diselesaikan baru diproses ke jalur hukum.

FB IMG 16063763636945507

Diharapkan masing-masing layanan terpadu mempunyai operator penanganan, pencatatan dan pelaporan. Setiap kasus yang ada, kiranya dapat dijadikan bahan penyusunan kebijakan program dan pengambilan keputusan sehingga bisa menurunkan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kota Lubuklinggau.

Mengenai dana visum ada di Pemkot Lubuklinggau, sedangkan hasil visumnya dari rumah sakit dan dipegang langsung oleh pihak kepolisian.

FB IMG 16063762982100157

Kgs Effendi Feri menerangkan akan ada aplikasi untuk penanganan, pencatatan dan pelaporan, sedangkan mengenai operatornya segera dibentuk dan disiapkan.

Dikatakannya, dari catatan yang ada, aksi kekerasan perempuan dan anak yang terjadi di Kota Lubuklinggau sebanyak 30 kasus. Untuk itu diharapkan kedepan jumlahnya terus menurun.

 

ALFIRMANSYAH RN

Tinggalkan Balasan