Daerah

Tanah Longsor Tutup Ruas Jalan Provinsi Akses Dua Kabupaten Cilacap – Brebes Tersendat

1020
×

Tanah Longsor Tutup Ruas Jalan Provinsi Akses Dua Kabupaten Cilacap – Brebes Tersendat

Sebarkan artikel ini

NASIONALXPOS.CO.ID, CILACAP- Hujan yang terjadi di Cilacap Jawa Tengah beberapa hari ini mengakibatkan salah stu ruas jalan Provinsi Jawa Tengah tertimbun longsoran tanah tebing.

Kejadian tersebut pada Minggu 19 Februari sekira pukul 14:00 WIB di Desa Ujung Barang Kecamatan Majenang tepatnya di Dusun Cipancur Desa Ujungbarang RT. 01/ RW. 03.

Akibat bencana tersebut, aktivitas lalu-lintas antara Kabupaten Cilacap menuju Kabupaten Brebes melalu Salem terputus. Dengan kondisi demikinan petugas gabungan yang terdiri dari BPBD Cilacap, Polsek Majenang Koramil, Kecamatan Majenang serta warga masyarakat Desa Ujungbarang berjibaku membersihkan material longsoran yang menutupi jalan.

Kepala BPBD Cilacap Drs. Wijonardi Didampingi Camat Majenang: Aji Pramono, S.STP, Bhabinsa Koramil Majenang Beserta Kepala Desa Ujungbarang : Tarkon

Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Cilacap, Wijonardi, yang turun langsung ke lokasi kejadian bencana mengatakan, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum Prov Jateng dan PUPR Cilacao agar bisa mendatangkan alat berat.

Baca Juga: Punting Beliung Terjang Dua Desa di Kawunganten Cilacap 106 Bangunan Rusak

“Saya sudah meminta PU Provinsi dan PUPR Kabupaten Cilacap agar mendatangan alat berat, alhamdulillah mereka siap dan alat berat tersebut akan dioperasikan besok pagi hari Senin, sementara ini jalan sudah bisa dilalui oleh kendaraan roda 2 maupum roda 4, namun harus hati hati sebab masih membahayakan, “, jelas Wijonardi (19/2/2023).

Anggota BPBD Cilacap, Forkopimcam Majenang dan Warga Masyarakat Desa Ujungbarang Bergotong Royong Membersihakan Material Longsoran

Tanah longsor yang terjadi di Desa Ujungbarang tersebut dengan panjang kuraang lebih 30 meter, ketinggian 12 meter lebih dan lebar sekitar 5 meter.

Dengan kondisi jalan yang berkelok dan naik turun, diimbau kepada warga yang melalui jalur tersebut harus berhati-hati sebab potensi tanah bergerak masih dimungkinkan terjadi. (Junaedi)

Tinggalkan Balasan