NASIONALXPOS.CO.ID, BUNGO – Suasana haru dan penuh khidmat menyelimuti halaman Masjid Agung Al Mubarak, Rabu pagi (20/05/2026), saat sebanyak 189 Calon Jamaah Haji (CJH) asal Kabupaten Bungo resmi dilepas menuju Tanah Suci Makkah.
Tangis haru keluarga pecah di tengah lantunan sholawat dan doa yang mengiringi keberangkatan para tamu Allah tersebut. Sejak pagi, ratusan keluarga pengantar telah memadati area masjid untuk melepas keberangkatan sanak saudara mereka menunaikan ibadah haji.
Prosesi pelepasan dilakukan langsung oleh Bupati Bungo H. Dedy Putra didampingi Wakil Bupati Tri Wahyu Hidayat. Hadir pula unsur Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta jajaran Pemerintah Kabupaten Bungo.
Dalam sambutannya, Bupati H. Dedy Putra mengungkapkan rasa syukur atas keberangkatan para jamaah yang telah lama menantikan kesempatan berhaji. Ia juga berpesan agar seluruh jamaah menjaga kesehatan dan kekompakan selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.
“Jagalah kesehatan jasmani dan rohani, karena ibadah haji membutuhkan stamina prima. Bapak dan ibu membawa nama baik Kabupaten Bungo dan Indonesia. Semoga seluruh jamaah menjadi haji yang mabrur dan kembali ke tanah air dengan selamat,” ujar H. Dedy Putra.
Tahun ini, sebanyak 189 CJH Kabupaten Bungo tergabung dalam Kloter 25, yang menjadi kelompok terbang terakhir jamaah haji asal Provinsi Jambi tahun 2026.
Suasana emosional semakin terasa ketika satu per satu bus pengangkut jamaah mulai bergerak meninggalkan pelataran masjid menuju asrama haji. Lambaian tangan, pelukan hangat, hingga air mata keluarga yang ditinggalkan menjadi pemandangan penuh haru.
Banyak keluarga terus mengiringi keberangkatan bus sambil melantunkan doa dan sholawat, berharap para jamaah diberikan kesehatan, kelancaran selama menjalankan ibadah, serta kembali ke tanah air dengan predikat haji mabrur.
Pemerintah Kabupaten Bungo memastikan seluruh proses pelayanan dan pendampingan jamaah telah dipersiapkan secara maksimal demi mendukung kelancaran ibadah haji tahun 2026.
Keberangkatan CJH Kabupaten Bungo ini menjadi bukan sekadar perjalanan menuju Tanah Suci, tetapi juga perjalanan spiritual penuh harapan dan doa dari masyarakat Bungo yang turut mengiringi langkah para tamu Allah menuju Baitullah. (Is)













