Peristiwa

Heboh! Warga Mekarsari Gerebek Kontrakan Diduga Tempat Prostitusi Online

406
×

Heboh! Warga Mekarsari Gerebek Kontrakan Diduga Tempat Prostitusi Online

Sebarkan artikel ini

NASIONALXPOS.CO.ID, TANGERANG – Suasana Desa Mekarsari, Kecamatan Rejeg, Kabupaten Tangerang, mendadak heboh. Ratusan warga RT 006/001 menggerebek sebuah rumah kontrakan yang diduga kuat dijadikan tempat prostitusi online dengan sistem sewa kamar per jam dan per malam, Kamis (21/08/2025) malam.

Awalnya, informasi mencurigakan ini diterima awak media NASIONALXPOS.CO.ID dari seorang warga berinisial AT (22) melalui pesan WhatsApp.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat berita lainnya.

“Bang, di tempat abang ada orang yang sewain room, tapi saya takut, takut digerebek sama abang,” tulis AT dengan nada cemas.

Menindaklanjuti laporan itu, tim media langsung berkoordinasi dengan Ketua Pemuda RT 006, Warsum. Bersama sejumlah warga, mereka melakukan penelusuran ke lokasi yang disebutkan.

Warsum membenarkan, rumah kontrakan tersebut memang kerap menjadi sorotan warga lantaran sering terlihat keluar masuk orang hingga larut malam.

“Kami coba telusuri. Sampai di lokasi, ternyata benar ada aktivitas mencurigakan. Saat kami hendak masuk dan menanyakan kepada pemilik rumah, mereka melarang. Akhirnya kami lapor ke RT, RW, dan pemilik kontrakan,” jelas Warsum.

Namun, larangan itu justru semakin membuat warga curiga. Saat situasi memanas, beberapa warga melihat ke arah jendela rumah. Pemandangan di dalam membuat mereka kian geram: tiga kamar disekat-sekat, dengan tisu berserakan dan alat kontrasepsi ditemukan di tempat sampah.

Desakan warga tak bisa dibendung. Akhirnya, penghuni rumah mengaku bahwa kontrakan tersebut memang disewakan dengan sistem per jam dan per malam.

Pengakuan itu langsung menyulut emosi warga. Apalagi, di dalam rumah ditemukan enam orang yang terdiri dari tiga pria dan tiga wanita.

“Malam itu juga warga meminta agar mereka angkat kaki dari rumah kontrakan. Tidak boleh ada praktik seperti itu di lingkungan kami,” tegas Warsum.

Peristiwa ini membuat warga Mekarsari terkejut sekaligus geram. Mereka menilai praktik prostitusi online semacam ini sangat meresahkan dan merusak citra lingkungan yang selama ini dikenal kondusif.

Warga berharap pihak kepolisian dan pemerintah setempat segera turun tangan untuk menindak tegas praktik prostitusi terselubung yang berkedok rumah kontrakan. (Kdk)

Tinggalkan Balasan