Daerah

Gubernur Ahmad Luthfi Resmikan Embung Karangjati, 40 Hektare Sawah Blora Kini Terairi

55
×

Gubernur Ahmad Luthfi Resmikan Embung Karangjati, 40 Hektare Sawah Blora Kini Terairi

Sebarkan artikel ini

NASIONALXPOS.CO.ID, BLORA – Upaya memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Blora semakin nyata. Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, meresmikan Embung Karangjati di Kecamatan Blora, Senin (2/3/2026). Peresmian tersebut turut dihadiri Bupati Arief Rohman, Wakil Bupati Sri Setyorini, jajaran Forkopimda, serta Kepala DPUPR Provinsi Jawa Tengah.

Embung Karangjati digadang-gadang menjadi solusi krusial bagi persoalan irigasi di wilayah Karangjati dan sekitarnya. Infrastruktur ini diproyeksikan mampu mengairi sekitar 40 hektare lahan sawah, sehingga meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus mendukung program swasembada pangan di Jawa Tengah.

Selama ini, petani di wilayah tersebut hanya mengandalkan Masa Tanam (MT) 1 karena keterbatasan pasokan air. Pada MT 2, hasil panen kerap tidak maksimal, bahkan tak jarang gagal tanam.

Karyono, petani dari Kelompok Tani Sidodadi Nglawiyan, mengaku bersyukur atas hadirnya embung tersebut.

“Alhamdulillah, dengan adanya embung ini kami berharap bisa tanam sampai MT 3. Selain padi, ke depan juga bisa hortikultura, jagung, bahkan tembakau,” ujarnya penuh optimisme.

Dengan ketersediaan air yang lebih stabil, peluang peningkatan indeks pertanaman (IP) pun semakin terbuka.

Kepala DPUPR Jawa Tengah, Henggar Budi Anggoro, menjelaskan Embung Karangjati merupakan usulan masyarakat yang telah rampung dibangun pada 2025.

Embung ini terdiri dari dua tampungan, yakni:

  • Embung utara berkapasitas sekitar 18.876 meter kubik
  • Embung selatan berkapasitas sekitar 49.320 meter kubik

Total kapasitas mencapai lebih dari 68 ribu meter kubik air, cukup untuk menopang kebutuhan irigasi saat musim kemarau.

Selain fungsi utama sebagai penyedia air baku untuk pertanian, embung ini juga berpotensi dikembangkan menjadi destinasi wisata baru yang dapat menggerakkan sektor UMKM dan perekonomian warga sekitar.

Gubernur Ahmad Luthfi menekankan pentingnya perawatan embung dan penghijauan di kawasan sekitar agar tetap asri dan berkelanjutan.

“Embung ini harus dirawat. Kami minta dinas terkait menanam pohon agar asri, serta mendorong perikanan dan UMKM agar kawasan ini berkembang,” tegasnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah membangun hampir 12 embung dengan total anggaran sekitar Rp43 miliar di berbagai kabupaten/kota. Pembangunan embung akan terus dilanjutkan guna memperkuat produksi pangan, khususnya padi.

Bupati Arief Rohman menyebut Embung Karangjati sebagai infrastruktur yang telah lama dinantikan para petani. Menurutnya, keberadaan embung ini akan semakin memperkuat posisi Blora sebagai daerah lumbung pangan.

“Blora memiliki potensi besar di sektor pertanian dan peternakan. Produksi jagung kita peringkat kedua di Jawa Tengah, padi sekitar peringkat keenam, dan populasi ternak terbesar di provinsi. Dengan embung ini, semoga produksi padi semakin meningkat,” jelasnya.

Ia menegaskan komitmen Blora untuk menjadi sentra ketahanan pangan Jawa Tengah melalui sinergi dengan pemerintah provinsi serta dukungan program hilirisasi dan penguatan sektor peternakan.

Dengan hadirnya Embung Karangjati, harapan baru pun mengalir bagi petani Blora—bukan hanya soal air, tetapi juga tentang masa depan pertanian yang lebih produktif dan berkelanjutan. (Riyan)

Tinggalkan Balasan