Tangerang Raya

SKIn Tangerang Raya Berbagi Berkah Ramadan di Ponpes Daarul Barkah

116
×

SKIn Tangerang Raya Berbagi Berkah Ramadan di Ponpes Daarul Barkah

Sebarkan artikel ini

NASIONALXPOS.CO.ID, KOTA TANGERANG – Semangat berbagi di bulan suci Ramadan ditunjukkan oleh komunitas otomotif Suzuki Katana Jimny Indonesia (SKIn) Chapter Tangerang Raya dengan menggelar kegiatan buka puasa bersama sekaligus bakti sosial di Pondok Pesantren Daarul Barkah, yang berlokasi di Jalan KH. Hasyim Ashari, Gang Ambon, Neroktog, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, Sabtu (14/3/2026).

Kegiatan bertajuk “Baksos Ramadan” tersebut menjadi agenda rutin tahunan komunitas pecinta mobil Suzuki Katana dan Jimny ini sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat, khususnya lembaga pendidikan keagamaan.

Ketua SKIn Chapter Tangerang Raya, Tribudi Hardiantono, mengatakan kegiatan sosial ini terlaksana berkat usulan serta kesepakatan para anggota komunitas.

“Kegiatan ini merupakan masukan dari teman-teman anggota yang kemudian bersama-sama menentukan lokasi kegiatan,” ujar Tribudi yang akrab disapa Om Ian.

Menurutnya, pemilihan lokasi kegiatan di pondok pesantren tersebut bukan tanpa alasan. Para anggota komunitas sepakat menyalurkan bantuan ke tempat yang dinilai masih jarang tersentuh donatur.

“Dari hasil masukan teman-teman, kami memutuskan memilih pondok pesantren yang memang jarang mendapatkan bantuan dari para donatur untuk melangsungkan kegiatan bakti sosial ini,” jelasnya.

Komunitas yang berdiri sejak tahun 2015 ini kini memiliki sekitar 80 anggota yang tersebar di wilayah Tangerang Raya. Selain menjadi wadah bagi para pecinta kendaraan **Suzuki Katana dan Jimny, komunitas tersebut juga aktif melakukan berbagai kegiatan sosial di tengah masyarakat.

Om Ian berharap kegiatan sosial seperti ini dapat terus mempererat kebersamaan antaranggota sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Ke depannya kami berharap komunitas ini semakin solid dan terus bergerak dalam kegiatan kemanusiaan serta sosial kemasyarakatan,” katanya.

Sementara itu, pimpinan Pondok Pesantren Daarul Barkah, Ahmad Fakhrurozi, menjelaskan bahwa pondok pesantren tersebut berdiri sejak tahun 2009 dan fokus pada pengajaran agama dengan metode salafi.

Ponpes yang didirikan oleh almarhum KH. Azhar bin Barkah itu saat ini membina sekitar 30 santri yang sebagian besar merupakan warga sekitar.

“Ponpes ini berdiri sejak tahun 2009 dan memang tidak memiliki pendidikan formal. Santri di sini bisa disebut santri kalong, yakni warga sekitar yang datang setiap hari untuk mengaji. Yang menetap biasanya hanya dua orang santri,” ungkapnya.

Ia menambahkan, seluruh kegiatan pendidikan di pondok pesantren tersebut berjalan secara sukarela tanpa pungutan biaya kepada para santri.

“Di sini tidak ada pungutan biaya, semuanya berjalan secara sukarela untuk belajar agama,” pungkasnya. (Coki)

Tinggalkan Balasan